Jokowi Ingatkan PMI Menabung: Jangan Mentang-mentang di Korea Beli HP Bagus

ADVERTISEMENT

Jokowi Ingatkan PMI Menabung: Jangan Mentang-mentang di Korea Beli HP Bagus

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 17 Okt 2022 14:39 WIB
Jokowi lepas PMI ke Korsel (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Foto: Jokowi lepas PMI ke Korsel (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas pekerja migran Indonesia (PMI) skema government to government (G to G) ke Korea Selatan. Jokowi mengatakan para PMI ini merupakan sumber daya manusia (SDM) dengan kompetensi dan keterampilan tinggi.

"Saya lihat tadi semangatnya (para PMI) betul-betul sebuah semangat yang optimistis. Saya senang karena saudara-saudara ini disiapkan, ada pembekalan, tujuannya jelas," kata Jokowi dalam keterangan tertulis dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Senin (17/20/2022).

Jokowi mengaku senang makin banyak permintaan PMI melalui skema seperti private to private dan business to business. Dia meminta Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyiapkan tenaga kerja dengan keterampilan baik.

"Saya senang ini akan banyak lagi private-to-private, B to B, yang permintaannya juga banyak, welder, ngelas, ada permintaan 1.800 (orang). Ini juga kalau tidak disiapkan, ini sebuah keterampilan yang tidak mudah," ujar Jokowi.

"Ini tugas besar bagi Bu Menaker dan Pak Kepala BP2MI sehingga betul-betul pekerja-pekerja terampil dengan skill tinggi ini harus benar-benar kita siapkan," imbuh Jokowi.

Jokowi mengatakan total PMI yang bekerja di luar negeri mencapai 9 juta orang. Namun, baru setengah dari jumlah tersebut yang merupakan pekerja legal secara hukum. Jokowi mendorong BP2MI terus bekerja mencatat seluruh PMI di luar negeri guna mengurangi adanya pekerja migran melalui jalur ilegal.

"Inilah yang saya tugaskan sejak 2,5 tahun yang lalu kepada Pak Benny Rhamdani agar itu terus dipangkas, dikurangi, dan segera bisa dihilangkan. Semua pekerja migran kita harus tercatat, harus terpantau, harus bisa dilihat di mana dia bekerja, karena ini menyangkut perlindungan, menyangkut keselamatan kita semuanya," kata Jokowi.

Di akhir sambutannya, Jokowi berpesan kepada para PMI untuk bijak dalam menggunakan penghasilan yang telah didapatkan nantinya. Jokowi mendorong para PMI menyisihkan penghasilannya untuk ditabung dan tidak konsumtif dalam menggunakan penghasilan tersebut.

"Jangan nanti mentang-mentang kita sudah di Korea yang dibeli handphone yang bagus, itu konsumtif hati-hati, beli pakaian yang bagus-bagus, yang bermerek. Masukkan ke rekening ya, ditabung dengan rekening yang jelas," kata Jokowi.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Kepala BP2MI Benny Rhamdani, Duta Besar RI untuk Republik Korea Gandi Sulistiyanto, dan Duta Besar Republik Korea untuk RI Park Taesung.

Simak juga 'Saat Ratusan Pekerja Migran Indonesia Ilegal Diamankan di Sumut':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT