Agar Adik Diterima di SMAN, Novi Rela Ditiduri Kepala Sekolah

Agar Adik Diterima di SMAN, Novi Rela Ditiduri Kepala Sekolah

- detikNews
Kamis, 13 Jul 2006 15:49 WIB
Kupang - Banyak jalan menuju Roma. Tampaknya falsafah yang mempunyai makna banyak cara dilakukan untuk mencapai tujuan ini dilakukan Novi (32), warga Desa Norbake, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia rela melakukan apa pun agar adik kandungnya diterima di sebuah SMA Negeri di Kupang. Termasuk harus ditiduri AH, kepala sekolah SMA tersebut.Perbuatan amoral kepala sekolah yang seharusnya menjadi panutan para siswa dan orangtua murid ini terungkap saat aparat Polsek Kelapa Lima, Kota Kupang, melakukan razia dalam Operasi Turangga 2006 di sejumlah tempat yang diduga sebagai tempat maksiat, Kamis (13/7/2006) sekitar pukul 11.00 Wita.Pasangan Novi dan AH tertangkap di bungalow PD, Jalan Timor Raya, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima. Saat akan ditangkap, kepala sekolah bersama pasangan intimnya berusaha kabur dengan menggunakan mobil. Namun aparat Polsek Kelapa Lima sudah mengantisipasinya, sehingga dengan mudah diamankan.Sejoli ini kemudian diangkut menggunakan sebuah mobil patroli polisi ke Mapolsek. Kepada tim penyidik, AH mengaku tidak melakukan apa-apa dengan wanita tersebut."Tanpa sadar saya membelokkan mobil ke bungalow. Tetapi kami tidak melakukan apa-apa," katanya.Namun pengakuan berbeda disampaikan Novi. Ia terus terang melakukan perbuatan intim dengan kepala sekolah karena ingin adiknya diterima masuk SMA Negeri Kupang. "Adik saya ingin melanjutkan pendidikan di SMA, saya nekat mengikuti rayuan kepala sekolah," katanya.Menurutnya, pertemuan pertama dengan kepala sekolah terjadi beberapa hari terakhir saat dia ingin mendaftarkan adiknya. Namun entah siapa yang mulai, hubungan keduanya berlanjut ke bungalow untuk berasyik masyuk.Sampai sore ini, pasangan bukan suami istri ini masih ditahan di Polsek Kelapa Lima untuk penyelidikan lebih lanjut. (jon/)


Berita Terkait