Tanda Tangan Sutan di Surat Aziddin Melalui Scanning
Kamis, 13 Jul 2006 14:55 WIB
Jakarta - Sekretaris Fraksi Partai Demokrat (FPD) Sutan Bathoegana diperiksa Badan Kehormatan (BK) DPR seputar kasus percaloan haji. Dia mengaku tidak membubuhkan tanda tangan di surat KH Aziddin, melainkan lewat scanning."Saya nggak tahu siapa yang dibawa-bawa oleh Aziddin pada waktu itu. Tanda tangan surat itu dibuat scanning. Itu pribadi Pak Aziddin dengan Pak Somad Kamba," kata Sutan usai diperiksa BK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/7/2006).Menurut dia, Aziddin meminta tanda tangannya untuk formalitas belaka. "Kita nggak tahu akan ada kejadian kayak gini. Isinya waktu itu tentang perbaikan-perbaikan. Saya bilang waktu itu, kalau formalitas itu pribadi Pak Aziddin saja," ujarnya.Dia menegaskan tidak ada kebijakan fraksi terhadap surat tersebut. "Tidak ada satu orang pun dari fraksi yang tahu kecuali saya dan Pak Aziddin. Nomornya sudah saya cek. Kalau orang ngerti tata cara surat kan harus ada ketua dan sekretaris. Tetapi ini kan ketua fraksi MPR. Tetapi karena dia bilang itu pribadi, saya tidak menaruh curiga," terang Sutan yang mengenakan jas warna hitam ini.Bukti CukupKerja BK memeriksa kasus Aziddin sudah kelar. Data dan rekaman pun sudah diperoleh."Kita rasa sudah cukup. Kita sudah memiliki data termasuk rekaman-rekaman dari beberapa orang yang sudah kita mintai keterangan antara lain Aziddin, Direktur Pondok Patin HM Yunus dan Sutan," ujar Ketua BK DPR Slamet Effendi Yusuf.Menurut dia, keterangan Sutan cukup berguna untuk memperjelas duduk perkara persoalannya.
(aan/)











































