Pembatalan Kunjungan SBY ke Korut Bukan Desakan Negara Lain
Kamis, 13 Jul 2006 14:41 WIB
Jakarta - Menlu Hassan Wirajuda menyebutkan penundaan keberangkatan Presiden SBY ke Korea Utara dan Korea Selatan bukan dikarenakan adanya desakan dari negara lain, namun karena pertimbangan perkembangan situasi di Korea Utara yang memanas."Tidak sama sekali (desakan negara lain). Itu pertimbangan kita sendiri mencermati perkembangan terakhir sejak 4 Juli sesudah peluncuran peluru kendali oleh Korea Utara," kata Hassan Wirajuda di Balai Kartini, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (13/7/2006).Menlu menyebutkan, pemerintah tetap berencana mengunjungi Semenanjung Korea sampai situasi menjadi baik. "Kita juga menginginkan Presiden baru mengunjungi ketika situasi lebih baik dari sekarang sehingga kunjungan bisa lebih efektif," ujar dia.Presiden SBY memutuskan menunda sementara kunjungan kenegaraannya ke Korea Utara dan Korea Selatan yang sedianya dijadwalkan 17-22 Juli.Presiden telah meminta kepada Menlu Hassan Wirajuda dan utusan khusus Nana Sutresna untuk memantau perkembangan yang terjadi dan melaporkannya kepada Presiden. Setelah mendapat kepastian soal kondisi di Semenanjung Korea itu maka kepastian kunjungan akan dijadwalkan kembali.Pemerintah menyerukan semua pihak yang terlibat menahan diri dan memajukan mekanisme dialog agar situasi keamanan sekitar Semenanjung Korea tidak lebih buruk lagi dan sesegera mungkin pembicaraan six party talk dapat dimulai kembali.
(san/)











































