350 Polisi Amankan Desa Carok Massal, Belum Ada Tersangka

350 Polisi Amankan Desa Carok Massal, Belum Ada Tersangka

- detikNews
Kamis, 13 Jul 2006 12:39 WIB
Pamekasan - Kapolwil Madura Kombes Pol Affan Richwanto menyatakan carok (tradisi pertarungan satu lawan satu dengan celurit) yang terjadi di Pamekasan mengakibatkan 7 orang tewas (sebelumnya diberitakan 8 orang tewas). Sementara 9 orang menderita luka-luka.Aksi berdarah itu melibatkan pendukung Kepala Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batu Marmar, Haji Mursidin, dan mantan kepala desa setempat, Haji Baidowi. Di antara korban tewas, salah satunya H Mursidin. Untuk mencegah aksi carok meluas, pihaknya mengerahkan 350 personel dari Polres Pamekasan dan Polwil Madura di sejumlah titik rawan daerah setempat.Hingga hari ini polisi belum menentukan satu pun tersangka. "Kami masih konsentrasi memulihkan kondisi keamanan di Pamekasan. Penyelidikan tetap akan kami lakukan," ujar Kombes Pol Affan kepada wartawan, Kamis (13/7/2006).Data yang dihimpun, sebelum carok massal terjadi sempat terdengar suara bom rakitan. Namun belum diketahui siapa pelempar bom tersebut. Sumber lain menyebut bom rakitan itu adalah bondet, yaitu petasan besar yang berisi paku.Tak lama kemudian, massa dari kedua pendukung yang berada di lokasi tanah kas desa yang disengketakan langsung semburat lari, namun beberapa orang di antaranya sempat terlibat carok.Konflik itu dipicu sangeta tanah kas desa antara Kades Desa Haji Mursidin dan kades sebelumnya, H Baidowi. Masing-masing mengklaim yang sebagai yangberhak memiliki tanah tersebut.Mursidin bersama puluhan warga pendukungnya kemudian mendatangi lokasi tanah desa dan berencana untuk bertemu dengan Haji Baidowi. "Tiba-tiba ada bommeledak dan carok itu terjadi," ujar seorang saksi mata, H Hafid.Dari ketujuh korban meninggal dunia tersebut, lima orang berasal dari kelompok Kades Haji Mursidin. Mereka adalah Haji Mursidin dan ibunya (Nur Azizah), Muhri, Makruf dan Zainal. Korban tewas dari kelompok mantan Kades Haji Baidowi yakni Mattahan dan Safiih. (nrl/)


Berita Terkait