SBY Batal Kunjungi Korut
Kamis, 13 Jul 2006 12:26 WIB
Jakarta - Mengingat munculnya ketegangan baru akibat peluncuran rudal oleh Korea Utara, Presiden SBY memutuskan menunda sementara kunjungan kenegaraannya ke Korea Utara dan Korea Selatan yang sedianya dijadwalkan 17-22 Juli."Mungkin waktunya belum tepat melakukan kunjungan saat ini untuk mencapai hasil maksimal seperti yang diharapkan," kata Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal dalam jumpa pers di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (13/7/2006).Menurut Dino, keputusan penundaan ini merupakan hasil konsultasi dengan utusan khusus Nana Sutresna yang sebelumnya telah diputus ke Pyongyang dan memperhatikan perkembangan serta reaksi internasional atas kasus nuklir Korut.Keputusan ini juga telah dikonsultasikan dan hasilnya disampaikan kepada pemerintah Korea Utara dan Korea Selatan. "Sudah disampaikan pada H-1 sebelum pengumuman ini sesuai prosedur diplomatik. Pemerintah Korsel dan Korut telah menerima pesan penundaan tersebut," jelas Dino.Ditegaskannya, meski kunjungan kenegaraan ditunda. Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk berpatisipasi dalam proses meredakan ketegangan di Semenanjung Korea dan penghentian uji coba senjata oleh Korut.Presiden telah meminta kepada Menlu Hassan Wirajuda dan utusan khusus Nana Sutresna untuk memantau perkembangan yang terjadi dan melaporkannya kepada presiden. Setelah mendapat kepastian soal kondisi di Semenanjung Korea itu maka kepastian kunjungan akan dijadwalkan kembali.Pemerintah menyerukan semua pihak yang terlibat menahan diri dan memajukan mekanisme dialog agar situasi keamanan sekitar Semenanjung Korea tidak lebih buruk lagi. Sesegera mungkin pembicaraan six party talk dapat dimulai kembali.
(san/)











































