Ke Slovenia Bisa Via Bangkok, Tapi Depdiknas Tak Ada Biaya
Kamis, 13 Jul 2006 12:11 WIB
Jakarta - 6 Peserta Olimpiade Matematika batal berangkat ke Slovenia, Austria lantaran terganjal visa. Depdiknas sempat punya alternatif memberangkatkan peserta melalui Bangkok, Thailand. Namun Depdiknas tak punya biaya.Selain ke Kedubes Austria di Jakarta, Depdiknas mengungkapkan ada pilihan rombongan harus berangkat ke Bangkok, Thailand karena di sana ada kantor perwakilan Slovenia."Tetapi kita tidak ada biaya, sementara tiket Jakarta-Austria sudah diurus," kata Kepala Biro Humas dan Informasi Depdiknas Bambang Wasito Adi saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (13/7/2006).Dituturkan dia, visa 6 peserta Olimpiade Matematika ke Slovenia telah keluar pada 12 Juli, namun bersamaan dengan waktu Olimpiade itu digelar.Depdiknas sudah apply visa pada 20 Juni ke Kedutaan Besar Austria di Jakarta. Namun ditolak karena tidak ada calling visa dari Slovenia.Kedubes Austria lantas meminta Depdiknas menghubungi panitia agar Deplu Slovenia melakukan calling visa. Tetapi sampai pada 6 Juli calling visa tidak ada dan Depdiknas diminta untuk mengajukan lagi."Saat itu, kita juga meminta bantuan Deplu RI untuk memberikan rekomendasi khusus. Akhirnya bersama dengan rekomendasi itu, kita ajukan lagi pada 10 Juli dengan janji pada 11 Juli bisa keluar. Tetapi ternyata visa keluar pada 12 Juli pukul 10.00 WIB," terang Bambang "Iya kita memang dapat visanya, tetapi kalau saat itu tetap berangkat juga sudah terlambat," cetusnya.Jadi itu karena tidak segera meminta rekomendasi khusus dari Deplu? "Normalnya sih rekomendasi biasa sudah cukup. Kalau kesulitan baru rekomendasi khusus. Problemnya itu calling visa tidak keluar-keluar. Jadi kita tidak bisa ngapa-ngapain, isone (bisanya) cuma nunggu," ujar Bambang.Menurut dia, tim rencananya akan berangkat 9 Juli dan apply-nya pada 20 Juni. "Itu kan sudah jauh hari sebelumnya," kata dia.
(aan/)











































