Wakil Ketua Komnas HAM RI Amiruddin Al Rahab menilai jalannya Pengadilan HAM untuk Peristiwa Paniai merasa Pengadilan HAM berjalan kurang greget. Dia mendorong agar majelis hakim bekerja lebih keras.
Sebagaimana diketahui, sidang lanjutan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (13/10/2022), berupa pemeriksaan enam saksi. Dua saksi di antaranya, mantan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen (Purn) TNI Franzen G Siahaan dan Ketua Tim Terpadu Investigasi Peristiwa Paniai 2014 Komjen (Purn) Ari Dono Sukmanto.
Amiruddin hadir di Pengadilan HAM Makassar demi mengawal proses Pengadilan HAM Peristiwa Paniai agar berjalan secara maksimal. Dia ingin dan memastikan keadilan bagi korban melalui mekanisme yudisial.
Amiruddin pun menyoroti jalannya sidang ini. Dia mendorong agar majelis hakim lebih bekerja keras.
"Berdasarkan keterangan dua saksi, yaitu mantan Pangdam XVII/Cenderawasih dan Ketua Tim Investigasi Peristiwa Paniai, hakim perlu bekerja lebih keras. Terutama untuk mendalami tanggung jawab komando atas terjadinya peristiwa tersebut," kata Amir dalam keterangan tertulis.
![]() |
Ia juga menyoroti peran jaksa penuntut dalam menghadirkan saksi. Dia mendorong agar saksi yang dihadirkan relevan dengan peristiwa ini.
"Jaksa penuntut perlu lebih aktif dalam menghadirkan saksi yang sungguh-sungguh relevan dengan peristiwa. Sekaligus menunjukkan alat bukti yang kuat," tegas Amir.
Dia berharap pengadilan ini bisa membuktikan dakwaan jaksa penuntut secara transparan dan memberikan harapan keadilan kepada korban. Hal itu hanya bisa dicapai jika semua pihak terkait bekerja keras.
Sidang Pengadilan HAM Kasus Paniai dipimpin oleh ketua majelis Sutisna Sawati dan didampingi hakim anggota Abdul Rahman Karim, Siti Noor Laila, Robert Pasaribu, dan Sofi Rahma Dewi.
Di Indonesia, Pengadilan HAM diatur dalam UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Mengacu pada undang-undang ini, Pengadilan HAM adalah pengadilan khusus terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat.
Lihat juga video 'Peringati Hari HAM Sedunia, Jokowi Singgung Kasus Paniai Papua':