Masyarakat Masih Awam Diabetes

Masyarakat Masih Awam Diabetes

- detikNews
Rabu, 12 Jul 2006 20:40 WIB
Jakarta - Pengetahuan masyarakat Indonesia akan bahayanya penyakit diabetes masih minim. Terbukti hanya 23 persen dari 14 juta penderita diabetes di Indonesia yang memeriksakan dirinya secara rutin. Hal ini terungkap dari penelitian Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) pada 2006 ini. Seperti yang diungkapkan Ketua PERSADIA, Sidartawan Soegono dalam acara "Program Donasi Contribute to Diabetics" di Restoran Mei Hotel Nikko Jakarta, Rabu (12/07/2006)."Hanya ada 3,5 juta orang penderita diabetes di Indonesia yang teratur pergi ke dokter. Selebihnya cuek karena tidak bisa berobat atau bahkan tidak tahu menahu tentang penyakitnya. Kalau nafsu makan kita bertambah, kita tidak akan pergi ke dokter. Tapi jika nafsu makan kita berkurang, malah pergi ke dokter," ujarnya.Padahal, lanjutnya, nafsu makan yang bertambah (tapi badan tetap kurus), banyak minum, sering buang air kecil dan susah tidur merupakan ciri-ciri awal dari diabetes.Saat ini, Soegono mengaku Persadia kekurangan dana untuk melakukan penyuluhan-penyuluhan di daerah-daerah seluruh Indonesia. "Kami hanya bisa melakukan penyuluhan lewat pamflet, poster, dan training," imbuhnya.Menurut data Departemen Kesehatan tahun 2003, diabetes menduduki peringkat ke-5 penyebab kematian di Indonesia setelah stroke, luka kepala, TBC paru dan penyumbatan otak.Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, pada 2030 nanti akan ada lebih dari 20 juta orang Indonesia yang mengidap penyakit yang tak bisa disembuhkan ini. Bahkan World Wide memperkirakan pada 2010 nanti, 221 juta orang di seluruh dunia akan mengidap penyakit ini dan tiap tahunnya pasti akan terus meningkat. (mar/)



Berita Terkait