SBY dan PM Norwegia Fasilitasi Global Inter-Media Dialogue
Rabu, 12 Jul 2006 18:05 WIB
Jakarta - Kontroversi kartun Nabi Muhammad beberapa waktu lalu mencerminkan media pun dapat mengakibatkan krisis internasional terhadap kesenjangan antaragama, budaya dan komunitas. Hal ini mendorong 82 tokoh media utama dari 40 negara dari Asia, Timur Tengah, Eropa, Afrika, Amerika Serikat dan Amerika Latin mengadakan dialog. Dialog akan diadakan di Bali 1-2 September mendatang dengan difasilitasi Presiden SBY dan PM Norwegia Jens Stoltenberg. "Indonesia sebagai negara demokrasi yang mempunyai pendududuk muslim terbesar di dunia dan Norwegia sebagai negara Barat yang selama ini aktif memperjuangkan perdamaian dan HAM, bekerja sama menyelenggarakan Global Inter-Media Dialogue tersebut," ujar Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2006). Menurut Dino, direncanakan dialog ini akan dibuka oleh Presiden SBY dan Menlu Norwegia Jonas Gahr Store. Sedangkan topik-topik yang akan dibahas dalam dialog tersebut adalah isu keseragaman, kebebasan berekspresi yang bertanggung-jawab serta identifikasi tantangan dan masalah bagi media di abad ke-21. Ditambahkan Dino, 11 Juli kemarin Kedubes Indonesia dan Kedubes Norwegia telah mengirimkan undangan kepada para tokoh media di berbagai negara. Media yang akan diundang di antaranya The Hindu, Aljazeera, dan English Daily Asian FreeMedia.
(nrl/)











































