Depdiknas Sudah Ajukan Visa ke Slovenia Sebulan
Rabu, 12 Jul 2006 18:03 WIB
Jakarta - 6 Peserta Olimpiade Matematika gagal berangkat ke Slovenia gara-gara tidak mendapatkan visa. Departemen Pendidikan Nasional mengaku sudah mengurus visa peserta olimpiade dan 2 pembina sejak 1 bulan sebelum hari H."Slovenia tidak memiliki perwakilan diplomatik di sini. Dan Slovenia juga tidak punya kebijakan on arrival visa," ujar Direktur Pembinaan Pendidikan SMA Depdiknas Sungkowo Mujiamanu saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (12/7/2006).Depdiknas lantas menempuh jalan dengan meminta visa ke Kedubes Austria, negara yang dekat dengan Slovenia. "Tanggal 6 Juli ada laporan visa belum keluar, 7 Juli ada kepastian tidak bisa dikeluarkan dengan alasan tidak ada MoU visa antara Slovenia dan Austria," jelas dia.Bahkan sebelumnya Depdiknas telah meminta Kementerian Luar Negeri Slovenia untuk mendesak Austria, namun hasilnya nihil. Akibat visa tidak dapat diperoleh maka Depdiknas mengutus utusan ke Bandung tempat para peserta digembleng selama 3 minggu untuk memberitahukan kegagalan keberangkatan."Banyak orangtua yang kecewa dan berinisitif membantu visa dengan berbagai cara," imbuh dia.Pada 10 Juli malam para peserta dan orangtua berkumpul di gedung Depdiknas. Para orangtua mengatakan pada 11 Juli pagi visa akan turun. "Saya tunggu tapi sampai jam 16.00 WIB ternyata tidak bisa. Misalnya mereka akan tetap berangkat tanggal 11 maka akan terlambat satu sesi. Itu tidak masalah asalkan anak-anak jangan sampai terpatahkan," ujar dia.Meski kecewa, Sungkowo berharap para siswa tidak terlalu lama larut dalam kekecewaan. "Saya juga shock. Kita disalahkan ya tidak apa-apa. Tapi ini di luar kewenangan kita," tegas Sungkowo.Dijelaskan Sungkowo, pada pertengahan Agustus akan ada olimpiade serupa yang digelar di Khazaktan. Dia berharap para peserta yang gagal ke Slovenia bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
(san/)











































