Parlemen Belanda Akan Tagih Penuntasan Kasus Munir
Rabu, 12 Jul 2006 16:55 WIB
Jakarta - Gelapnya kasus pembunuhan aktivis HAM Munir terus mengundang reaksi internasional. Parlemen Belanda akan datang ke Indonesia menagih pemerintah menuntaskan kasus itu.Hal itu merupakan salah satu hasil pertemuan Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM) dengan Uni Eropa dan pemerintah Belanda pada 28 Juni hingga 5 Juli 2006 di Belanda dan Belgia. KASUM diwakili oleh Koordinator Kontras Usman Hamid dan istri Munir, Suciwati."Parlemen Belanda akan mengunjungi Indonesia pada September 2006 mendatang dan mempertanyakan langsung perkembangan kasus Munir pada pemerintah," ujar Usman Hamid di kantor HRWG, kompleks bioskop Megaria, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2006).Menurut Usman, Duta Besar HAM Belanda Piet De Klerk akan melakukan kunjungan serupa pada November mendatang. Pemerintah Belanda telah siap dengan bantuan hukum (mutual legal assistance) untuk mengungkap kasus Munir."Pemerintah Belanda kembali membantah pernah melakukan olah TKP kasus Munir sebagaimana dikatakan oleh Polri," jelas dia.Dalam kunjungan ke Belanda dan Belgia, KASUM bertemu dengan parlemen Belanda, Komisi Uni Eropa, Dewan Uni Eropa, dan sejumlah LSM antara lain Amnesti Internasional. Kedatangan parlemen Belanda ini tidak akan menjadi bentuk intervensi asing terhadap penegakan hukum di Indonesia."Intervensi kemanusiaan dalam arti menghormati HAM saya pikir diperlukan untuk mencegah terjadinya Munir-Munir lain," jelas Usman Hamid.
(san/)











































