Orangtua Peserta Olimpiade Sakit Hati pada Depdiknas
Rabu, 12 Jul 2006 16:50 WIB
Jakarta - Kegagalan 6 siswa ikut Olimpiade Matematika di Slovenia membuat orangtua mereka kecewa. Hal ini diungkapkan Salman Ruthan, orangtua Afkar Aulia, siswa SMUN 1 Yogyakarta."Kami sakit hati sekali atas kecerobohan Depdiknas. Kegagalan ini lebih disebabkan dari panitia. Kami berharap ke depan hal yang sama tidak terulang lagi bagi anak-anak yang cerdas," ujar Salma usai mendampingi putranya menggelar knferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/7/2006).Menurut Salman, sebelumnya para orangtua sudah mengingatkan dan mempertanyakan persiapan keberangkatan para peserta. Namun selalu dijawab oleh pihak Depdiknas dengan enteng, bahwa semuanya akan diurus."Setiap kami tanyakan, mereka katakan 'gampang', 'tenang saja', tapi ternyata gagal. Sayangnya lagi mereka terkesan ini hal biasa," tutur Salman.Ditambahkan Salman, tindakan Depdiknas merupakan pelanggaran hak anak, karena mereka sudah menjanjikan, bahkan telah membina mereka, namun tidak diberangkatkan.Kekecewaan yang sama juga dirasakan Lina, ibunda dari Albert Gunawan . Namun ia tidak bisa berkata banyak karena anaknya sudah tidak bisa lagi berangkat."Ya kecewa Mas, tapi mau bagaimana lagi. Wong sudah tidak bisa berangkat dan olimpiadenya sudah dimulai," keluhnya.Kekecewaan tampak jelas terpancar di wajah para peserta yang gagal berangkat olimpiade. Namun mereka berusaha menghibur diri. "Ini pasti ada hikmahnya. Yang terpenting sekarang kami harus menghadapi yang harus kami lakukan. Kami harus kuliah," kata Win Mulyadi, salah satu calon peserta olimpiade asal SMUN 1 Singaraja, Bali, dengan lirih.
(nrl/)











































