Sandi Petugas Damkar Depok Polisikan Atasannya soal Dugaan Penganiayaan

ADVERTISEMENT

Sandi Petugas Damkar Depok Polisikan Atasannya soal Dugaan Penganiayaan

Dwi Rahmawati - detikNews
Rabu, 12 Okt 2022 17:13 WIB
Sandi Butar-Butar, petugas Damkar Depok laporkan atasan ke polisi
Sandi, petugas Damkar Depok (Dwi Rahmawati/detikcom)
Depok -

Juru Padam Damkar Kota Depok, Sandi Butar-Butar, melaporkan atasannya, Kasubag TU UPT Damkar Tapos Nopendi, ke polisi. Nopendi dilaporkan atas dugaan penganiayaan.

Saat ditemui di kantornya, Sandi menjelaskan awal mula pelaporan kepada atasan. Sandi menyebut, sekitar sebulan yang lalu, ia sempat melerai pertengkaran antara keponakan Nopendi berinisial I yang juga pegawai Damkar dan pegawai lain di UPT Cimanggis.

"Pokok permasalahan awalnya tuh mungkin dia (Nopendi) tak terima waktu itu karena keponakannya berkelahi terus saya pisahin," papar Sandi saat ditemui, Rabu (12/10/2022).

Sandi mengatakan saat itu ia sempat menepis tangan I yang disebut ingin menyerang. Sandi mengatakan posisinya kala itu untuk membela diri.

"Pas saya pisahin nggak tahunya si I yang berantem ini malah terus ngotot, terus temen saya bilang 'awas obeng'. Itu posisi obengnya mau ngarah ke perut saya dan saya tangkis, langsung saya pegang dan saya pojokin si I ini dan teman saya ambil obengnya," papar Sandi.

Ketika komandan regu mendatangi tempat perkelahian, Sandi mencoba memberi peringatan kepada I dengan menepuk punggung.

"Saya bilang 'meskipun saya nakal tapi saya nurut apa kata Danru'. Nah, habis saya bilang gitu dia langsung nyekik dan dorong saya ke tembok, semuanya menyaksikan. Saya bela diri kemudian saya kunci dan dia saya banting," kata Sandi.

Dari permasalahan itu, diduga Nopendi menyebut Sandi melakukan penganiayaan. Sedangkan I pun dipindahtugaskan ke UPT Bojongsari usai insiden tersebut.

"Kemudian beberapa hari berlalu saya dapat kabar dari teman saya bahwa si Nopendi ini ngajak saya duel. Di situ sempat emosi tapi saya ditahan pimpinan saya," kata Sandi.

Dari informasi yang ia dengar, Sandi menyebut Nopendi kerap menyinggung orang tuanya. Tak terima akan hal itu, Sandi mempertanyakan hal tersebut saat bertemu Nopendi di Damkar wilayah Grand Depok City, Selasa (11/10) silam.

"Pada saat bertemu saya tanyakan, di situ banyak pimpinan. Saya nanyain kronologis secara normal nggak ngatain dia, cuma bilang 'Bapak mohon maaf, Bapak kenal orang tua saya, kalau Bapak kenal jangan jual nama orang tua saya, yang kerja di Damkar itu saya, bukan orang tua'," kata Sandi.

Sandi mengatakan bahwa Nopendi mengajaknya keluar untuk berduel di Lapangan RRI. Namun, saat hendak menghampiri motornya, ia melihat Nopendi mengeluarkan celurit dari motor.

"Pada saat saya ke motor saya lihat dia ke belakang ternyata dia ngeluarin celurit, dia nyerang saya. Di CCTV kan kelihatan dia nyerang saya dua kali, saya tangkis sekali, mundur, nyerang saya lagi, baru di situ Pak Ansori misahin," kata Sandi.

Atas tindakan tersebut, Sandi kemudian melaporkan atasannya ke Polres Metro Depok. Polres pun telah menerima laporan itu.

"Betul (ada laporannya), (dugaan) penganiayaan dan UU Darurat terkait senjata tajam bukan untuk peruntukannya," papar Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, Sandi, yang merupakan petugas Damkar Depok, sempat menjadi perbincangan pada 2021. Kala itu Sandi mengungkap dugaan korupsi di Damkar Depok.

(lir/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT