Status Merapi Turun Jadi Siaga

Status Merapi Turun Jadi Siaga

- detikNews
Rabu, 12 Jul 2006 15:45 WIB
Yogyakarta - Status Gunung Merapi yang ada di perbatasan Provinsi DIY dan Jawa Tengah mulai hari ini, Rabu (12/7/2006) diturunkan dari Awas menjadi Siaga. Meski demikian warga yang tinggal di lereng Merapi sebelah selatah diminta tetap untuk waspada. Sebab meski status sudah turun kemungkinan terjadinyaawan panas masih mungkin terjadi.Penurunan status dari Awas menjadi Siaga itu tertuang dalam surat yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung yang ditandatangani Kepala Bagian Tata Usaha Dr Asnawir Nasution MSc. Diturunkannya status gunung teraktif di dunia itu terhitung mulai hari ini. Menurut Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Ratdomo Purbo, keputusan diturunkannya status Merapi berdasarkan atas analisis dan evaluasi data pemantauan Gunung Merapi selama sepuluh hari terakhir. Hasil pemantauan menunjukkan adanya penurunan aktivitas.Berdasarkan data dari alat seismograf yang ada di pos-pos pengamatan menunjukkan data kegempaan secara umum menurun, baik gempa vulkanik, gempa fase banyak, guguran lava dan awan panas. Demikian pula dengan data asap sulfatara telah mengalami penurunan. "Intensitas awan panas dan guguran lava pijar juga menurun, baik jumlah kejadiannya maupun jarak luncurnya. Dalam satu minggu terakhir jarak luncur mencapai maksimum 3 km ke arah Kali Gendol," katanya.Selain itu, kubah kubah lava baru yang berada di kawah bentukan tanggal 14 Juni 2006 lalu, sejak tanggal 25 Juni 2006 tidak lagi mengalami pertumbuhan signifikan. Laju pertumbuhan kubah sudah lebih kecil dari 10.000 meter kubik per hari.Surat diturunkannya status Merapi itu juga sudah dikirimkan kepada masing-masing pemerintah Kabupaten Sleman, Magelang, Klaten dan Boyolali serta kepada Gubernur DIY dan Jawa Tengah. Meski demikian, masing-masing Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satlak PBP) diminta tetap melakukan tindakan-tindakan yang sesuai dengan status Siaga Merapi.Selama status masih Siaga, agar masyarakat tidak melakukan pendakian ke puncak dan kegiatan penambangan pasir, pertanian, perkebunan, dan aktivitas lain di sekitar alur Kali Gendol, Kali Boyong, Kali Krasak, dan Kali Sat dalam radius sampai dengan 6 km dari puncak gunung. Sebab sampai sekarang masih ada guguran lava pijar dan ancaman bahaya awan panas.Namun PVMBG meminta bila terjadi peningkatan kembali aktivitas berdasarkan data hasil pemantauan yang diperkirakan akan menimbulkan ancaman bencana bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana Gunung Merapi, status Siaga ini akan ditinjau kembali.Berdasarkan pantauan detikcom dari Dusun Kalitengah Lor Desa Glagaharjo, Rabu (12/7/2006) guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1,5 kilometer masih terjadi. Namun awan panas tidak muncul sepanjang Rabu dinihari sejak pukul 03.00 - 07.30 WIB. Cuaca cerah dan diterangi cahaya bulan purnama, tampak jelas guguran lava pijar masih terjadi mengarah ke hulu Kali Gendol.Sedang berdasarkan laporan BPPTK, mulai pukul 00.00 - 06.00 WIB, guguran lava pijar terjadi sebanyak 15 kali mengarah ke Kali Gendol. Asap sulfatara berwarna putih tipis tekanan lemah dengan ketinggian 150 meter dari puncak teramati dari Pos Jrakah Boyolali. Data seismograf mencatat gempa guguran sebanyak 3 kali, gempa tektonik 2 kali dan gempa fase banyak dan awanpanas tidak terjadi. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads