6 Peserta Olimpiade Matematika Gagal Berangkat ke Slovenia
Rabu, 12 Jul 2006 14:28 WIB
Jakarta - Gara-gara tidak diurus visanya oleh Depdiknas, 6 siswa brilian yang telah terpilih dalam seleksi nasional sebagai peserta olimpiade Matematika Internasional di Slovenia gagal berangkat. Olimpiade digelar pada Rabu 12 Juli. Seharusnya mereka berangkat pada 9 Juli kemarin.Anggota Komisi I DPR Djoko Susilo meminta Presiden SBY menegur Mendiknas agar memperbaiki birokrasi yang ada di Departemen Pendikan Nasional itu."Presiden perlu menegur Mendiknas macam apa Depdiknas, ngurus begini saja tidak bisa," kata Djoko Susilo dalam jumpa pers di ruang pers DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (12/7/2006).Hadir dalam jumpa pers itu 4 perwakilan siswa yang mestinya ikut olimpiade Matematika. Mereka adalah Win Mulyadi dari SMA Negeri Singaraja Bali, Askar Aulia dari SMA Negeri 1 Yogyakarta, Alberth Gunawan dari SMA Negeri 1 Temanggung dan Evan dari SMA Kristen Trimulya Bandung.Sedangkan 2 orang lainnya tidak hadir di DPR yakni Raymon Kristopher Sitorus dari SMK 1 BPK Penabur Jakarta dan Andreo Jonathan dari SMA Kristen Vonsvitae Jakarta.Saat ini keempatnya sudah lulus SMA. Evan dan Albert mendapat nilai Matematika 10 dalam Ujian Nasional, sedangkan Askar dan Win Mulyadi mendapat nilai 9.Mereka kini sudah diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Alberth dan Askar diterima di UGM, Win Mulyadi di Universitas Udayana dan Evan di ITB.Menurut Djoko Susilo, Mendiknas harus menegur penanggung jawab dari program ini karena setelah dilatih selama 3 bulan, akhirnya usaha mereka sia-sia karena batal berangkat."Yang bertanggung jawab harus ditindak. Kalau tidak, nanti ke depan akan terulang kembali. Pelajar brilian kita akan disia-siakan," ujar dia.Menurut Djoko, semua perlengkapan yang dibutuhkan sudah siap seperti tiket dan paspor. Namun tinggal visa yang belum siap. Seharusnya, untuk negara Slovenia karena tidak ada perwakilan di Indonesia, bisa diurus melalui Austria dan prosesnya cukup 1 minggu. Sayangnya pengurusan visa baru dilakukan pada Kamis 6 Juli sehingga tidak selesai. Padahal tanggal 9 Juli harus berangkat ke negara tujuan."Ini betapa malasnya pegawai di Depdiknas. Saya khawatir duitnya makin banyak malah tambah malas," ujar dia.Hadir pula dalam jumpa pers itu orang tua Askar, Salman dan orangtua Alberth Gunawan, Lani.
(san/)











































