Distribusi Senjata dan Amunisi Perlu Diperketat Lagi
Rabu, 12 Jul 2006 13:30 WIB
Jakarta - Pengawasan distribusi senjata dan amunisi perlu diperkat lagi. Pasalnya akhir-akhir ini banyak ditemukan senjata dan amunisi di tangan orang yang tidak berhak memilikinya."Ini karena lemahnya kontrol. Pihak-pihak yang punya otoritas harus ketat lagi mengawasi kembali ke siapa saja aliran amunisi dan sejata itu berjalan," kata anggota Komisi I DPR RK Sembiring kepada detikcom, di Jakarta, Rabu (12/7/2006).Menurut Mantan Pangdam Trikora itu, tidak mungkin pengumpulan amunisi dan senjata dilakukan oleh prajurit TNI biasa, karena sepengetahuannya prajurit TNI patuh dan sangat ketat terhadap pemakaian senjata dan amunisinya."Itu mungkin kalaupun terjadi dikumpulkan oleh atasan prajurit. Karena prajurit selalu patuh habis latihan diserahkan," jelasnya.Mengenai motif pengumpulan senjata dan amunisi, menurut RK Sembiring lebih banyak diduga untuk kepentingan bisnis seperti selongsong peluru untuk hiasan, mortir untuk mencari ikan, dan lainnya.Kasus terakhir yang menghebohkan adalah ditemukannya 180 senjata di kediaman Waaslog KSAD Alm Brigjen TNI Koesmayadi. Kemudian Polres Bengkalis, Riau menemukan 575 butir peluru aktif buatan PT Pindad. Peluru itu disita dari tangan warga sipil bernama Antoni.Dari rumah Antoni itu, Tim Buser menemukan barang bukti 575 peluru. Jenis peluru itu merupakan standar militer khusus pistol FN terdiri dari 500 butir kaliber 99 mm. Kemudian 50 butir peluru kaliber 8,9 mm dan 25 butir peluru kaliber 8,5 mm.Di Bantul, Yogyakarta baru-baru ini juga ditemukan puluhan amunisi dan mortir dari rumah seorang mantan Danramil.
(san/)











































