Indosiar Bantah Liga 1 Digelar Malam untuk Akomodasi Iklan Rokok

ADVERTISEMENT

Indosiar Bantah Liga 1 Digelar Malam untuk Akomodasi Iklan Rokok

Silvia Ng - detikNews
Selasa, 11 Okt 2022 22:08 WIB
Jakarta -

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) menduga pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya digelar malam untuk mengakomodasi iklan rokok. Direktur Programing Indosiar Harsiwi Achmad membantah pertandingan Liga 1 digelar malam untuk mengakomodasi iklan rokok karena tidak ada sponsor rokok dalam Liga 1 itu.

"Saya kemukakan bahwa itu tidak benar, karena di dalam Liga 1 itu tidak ada sponsor rokok," kata Harsiwi kepada wartawan di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa (11/10/2022).

"Kita kerja sama Liga 1 dari tahun 2018 sampai sekarang tidak pernah ada sponsor rokok sama sekali," sambungnya.

Harsiwi menegaskan, pemilihan jam pertandingan tidak berkaitan dengan waktu tayang utama (prime time). Dia mengatakan iklan rokok memang muncul di atas jam 21.30 WIB tanpa memilih program yang diinginkan, termasuk pertandingan olahraga.

"Kalau rokok itu muncul setelah pertandingan, karena memang itu namanya time-signal rokok, yang adalah waktu tertentu, karena rokok itu masuk yaitu jam 21.30 WIB kan baru boleh beriklan," terang Harsiwi.

"Nah itu dia (iklan rokok) tidak memilih program apa, tapi rokok tersebut program apa saja terserah yang penting 21.30 WIB ke atas," lanjut dia.

TGIPF Duga Liga 1 Digelar Malam untuk Akomodir Iklan Rokok

Sebelumnya diberitakan, Polres Malang meminta pertandingan Arema vs Persebaya dimajukan menjadi sore hari, tapi PT LIB tidak menghiraukan permintaan tersebut dan tetap menggelar di malam hari. TGIPF menduga itu disebabkan pertimbangan iklan rokok.

"Kami juga mendengar ada yang mengatakan mungkin itu salah satunya mengakomodir iklan rokok yang baru mulai di jam 21.30 WIB, misal begitu," ujar anggota TGIF, Rhenald Kasali, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (10/10).

Rhenald juga mengatakan ada sejumlah pihak tertentu yang menyebabkan pertandingan tersebut tetap berjalan pada malam hari. Hal itu menjadi pembahasan saat rapat koordinasi dengan Kompolnas.

"Misal kenapa jadinya malam itu juga kemungkinan besar di situ ada pihak tertentu yang punya kekuatan untuk mengatur itu tetap malam hari," jelas Rhenald.

"Saya belum bisa, kita belum bisa sebutkan walaupun saudara-saudara sudah bisa menciumnya," sambungnya.

(jbr/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT