Andre Rosiade Minta Polisi Tindak Tambang Emas Ilegal di Solsel dan Pasbar

ADVERTISEMENT

Andre Rosiade Minta Polisi Tindak Tambang Emas Ilegal di Solsel dan Pasbar

Gibran Maulana - detikNews
Selasa, 11 Okt 2022 16:38 WIB
Andre Rosiade (dok. Andre Rosiade).
Andre Rosiade (dok. Andre Rosiade)
Jakarta -

Anggota DPR RI asal Sumatera Barat (Sumbar) Andre Rosiade mengapresiasi Polda Sumbar yang menggerebek dan menangkap dua pelaku tambang pasir pantai ilegal di Pasie Jambak, Pasie Nan Tigo, Koto Tangah, Kota Padang. Andre kini juga meminta polisi menindak tambang emas ilegal, terutama di Solok Selatan (Solsel) dan Pasaman Barat (Pasbar).

"Tambang pasir ilegal di Pasie Jambak Padang sudah ditindak, pelaku ditangkap. Tentunya kita mengapresiasi kinerja Polda Sumbar. Kami juga meminta polda untuk menindak aksi tambang emas ilegal di Solsel dan Pasbar yang sangat meresahkan dan membahayakan. Akhir-akhir ini banyak laporan kepada kami," kata Andre Rosiade dalam keterangan tertulis, Selasa (11/10/2022).

Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini meminta Kapolres Solsel dan Pasbar turun langsung ke lapangan mengecek tambang itu. Andre juga meminta Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Rusdi Hartono, bergerak karena jika dibiarkan akan membahayakan lingkungan dan permukiman warga.

"Pengaduan masyarakat sangat banyak kepada kami. Tambang ilegal memakai alat berat jenis ekskavator di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) tepatnya di hulu Sungai Batanghari di Solsel. Juga tambang emas ilegal di Sungai Batang Taming, Pasbar. Kami ingin Polda Sumbar atau Tim Mabes Polri langsung yang turun," kata angota Komisi VI DPR RI.

Andre menyebutkan laporan kepada polsek, polres, dan bupati sudah dilakukan warga yang resah di kedua kabupaten itu. Andre menyebut sudah ada korban di lokasi tambang dan mahasiswa sudah sampai menggelar demo di Pasbar tetapi belum digubris.

"Kapolri dan Kapolda Sumbar harus memperhatikan kondisi ini dan jangan tinggal diam," kata Andre yang juga ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Andre Rosiade menyebut jika diperlukan tim yang diturunkan berasal dari Divisi Propam (Provesi dan Pengamanan) Polda Sumbar atau Propam Polri. Karena, kata dia, ada juga laporan dugaan keterlibatan aparat kepolisian. "Ini adalah bagian dari aspirasi masyarakat kepada saya. Baik di Solsel dan Pasbar sangat mendesak saya bersuara. Menyampaikan aspirasi mereka kepada polisi," kata Andre Rosiade.

Selain aparat kepolisian, kata Andre Rosiade, pemerintah daerah, baik Pemkab maupun Pemprov Sumbar, harus meningkatkan perhatian terhadap masalah tambang ini. "Jangan sampai Pemda lengah dan seperti melalukan pembiaran kasus ini. Contoh yang baik adalah Lurah Pasie Nan Tigo di Padang yang berani bicara soal tambang ilegal kepada kami. Yang selanjutnya ditindak Polda," kata Andre.

(gbr/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT