Berkisah Nenek Moyang, Ada Filosofi di Balik Keeksotisan Patung Desa Tumbur

ADVERTISEMENT

Tapal Batas

Berkisah Nenek Moyang, Ada Filosofi di Balik Keeksotisan Patung Desa Tumbur

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Selasa, 11 Okt 2022 13:05 WIB
Patung di Desa Tumbur
Foto: dok. Agung Pambudhy/detikcom
Kepulauan Tanimbar -

Desa Tumbur di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dikenal sebagai daerah penghasil patung kayu yang artistik. Setiap bentuk patung memiliki makna filosofis yang menggambarkan kehidupan nenek moyang warga di sana.

Koleksi patung-patung dari perajin Desa Tumbur bisa dilihat di Galeri Kapas Mele milik Olivia Reresy. Di sana, masih terpajang beberapa jenis patung yang dibuat mendiang suami Olivia, Modestus Silolone.

Kepada detikcom, Olivia menuturkan mematung merupakan keahlian yang diwariskan turun temurun dari leluhur. Ia mengatakan beberapa orang laki-laki dari keluarga suaminya bisa membuat patung. Namun, karena Olivia dan Modestus hanya memiliki 2 anak perempuan, keahlian mematung Modestus diturunkan ke beberapa keponakannya.

Olivia mengatakan perajin seperti mendiang suaminya biasanya menggunakan kayu mahoni. Kayu diambil dari beberapa daerah di Kepulauan Tanimbar. Adapun pembuatan patung dengan ukuran tinggi sekitar 1 meter membutuhkan waktu sekitar 1-2 minggu. Tergantung pada tingkat kesulitan bentuknya.

Olivia menyebut patung menjadi medium untuk mengabadikan cerita nenek moyang. Setiap bentuk patung menggambarkan aktivitas atau tradisi yang biasa dilakukan oleh tetua zaman dulu.

Misalnya, ada patung yang menggambarkan tradisi persembahan setelah melakukan panen. Patung itu menceritakan bagaimana para nenek moyang dulu menunjukkan rasa syukur atas panen dengan memberikan persembahan kepada para leluhur.

Patung di Desa TumburPatung di Desa Tumbur Foto: dok. Agung Pambudhy/detikcom

"Dulu itu kan kita hasil panen masih kita persembahkan untuk moyang-moyang leluhur dulu. Kita kumpul ubi kumpul padi (yang) baru (panen) kita (berikan) untuk moyang-moyang," jelas Olivia saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, ada patung topang dagu. Menurut Olivia, patung itu bercerita soal bagaimana orang tua zaman dulu setelah bangun tidur merenungkan pekerjaan apa yang mesti dilakukan hari itu untuk menafkahi keluarga mereka.

"Dulu moyang-moyang kalau bangun merenungkan kerja apa, makan apa untuk istri (dan) anak," kata Olivia.

Ada lagi patung dengan tombak. Ini menggambarkan kegiatan berkebun atau berburu yang dilakukan para nenek moyang.

"Kalau (patung berbentuk) kasih keluar (menjulurkan) lidah itu (menceritakan) moyang-moyang dulu kalau macam berapa orang tua adat bicarakan adat. Kalau (ada yang) salah (bicara), dia kasih keluar lidah, artinya salah," terang Olivia.

Setiap patung biasanya dibuat berpasangan laki-laki dan perempuan. Ini menunjukkan peran suami dan istri dalam keluarga.

Patung di Desa TumburPatung di Desa Tumbur Foto: dok. Agung Pambudhy/detikcom

Olivia mengungkapkan sepasang patung dengan tinggi sekitar 1 meter dijual seharga Rp 10 juta. Selain patung berbentuk manusia, warga Desa Tumbur juga membuat kerajinan ukiran. Satu yang paling populer adalah ukiran berbentuk perahu layar.

Perahu untuk pajangan itu memiliki berbagai ukuran. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 3 juta untuk ukuran paling besar.

Olivia bercerita ia dan suami sudah beberapa kali mengikuti kegiatan pameran. Dari situ, banyak pembeli mancanegara yang menyukai lalu memesan patung dari Desa Tumbur.

Ibu 2 orang anak itu mengatakan hasil dari kerajinan patung itu dapat menghidupi keluarganya. Agar uang hasil penjualan patung bisa dikelola dengan baik, sejak beberapa tahun lalu dia menabung di BRI. Ia memilih menabung di bank agar lebih aman dan uang dapat disimpan untuk kebutuhan mendesak.

"Kita simpan saja. Ditabung saja supaya aman, begitu kita susah bisa diambil sedikit. Untuk cucu sekolah juga, ada cucu sekolah di Malang sekarang," sebut Olivia.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT