Korban Tewas 174 Orang, Dunia Kutuk Serangan Bom Mumbai
Rabu, 12 Jul 2006 09:19 WIB
Mumbai -
Dunia internasional mengutuk serangan bom yang menewaskan ratusan jiwa di Kota Mumbai, India. Pemerintah Australia menyebut serangan itu sebagai pembantaian keji warga sipil tak bersalah. Pemerintah negeri Kangguru itu juga menyampaikan simpati bagi rakyat India atas serangan teroris pengecut tersebut.Kecaman keras juga datang dari pemerintah AS. "Kami mengutuk sepenuhnya insiden teroris mengerikan ini," ujar Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice kepada wartawan di Washington seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (12/7/2006)."Kami akan bersama India dalam perang melawan teror. Peristiwa ini memperlihatkan bahwa insiden mengerikan seperti ini bisa terjadi di mana saja di dunia," tegas Rice.Kecaman juga disampaikan pemerintah Pakistan, rival nuklir India. "Tindakan terorisme keji ini telah mengakibatkan hilangnya banyak jiwa berharga," demikian statemen Kementerian Luar Negeri Pakistan. Diimbuhkan kementerian, Presiden Pakistan Pervez Musharraf dan Perdana Menteri (PM) Shaukat Aziz mengutuk keras serangan teroris itu. Sementara pemerintah Inggris menyebut serangan Mumbai itu "brutal dan memalukan". "Tidak akan pernah ada pembenaran untuk terorisme," tegas PM Inggris Tony Blair. "Kami bersama India sebagai negara demokrasi terbesar di dunia, melalui nilai-nilai bersama kita dan tekad kita untuk mengalahkan terorisme dalam semua bentuknya," imbuh Blair.Dukungan untuk pemerintah India juga datang dari pemerintah Prancis serta negara-negara Uni Eropa lainnya.Sejauh ini korban tewas akibat 7 ledakan terpisah di Mumbai, ibu kota bisnis India telah mencapai 174 orang. Korban luka-luka sebanyak 464 orang. Demikian disampaikan kantor berita India, United News of India (UNI) mengutip data kepolisian.Semua ledakan pada Selasa 11 Juli yang diyakini sebagai aksi teroris itu, terjadi di gerbong kereta api, baik yang sedang melaju maupun yang sedang langsir di stasiun pemberhentian serta di peron stasiun.
(ita/)










































