Waket MPR Dorong Peningkatan Mutu-Akses Layanan Kesehatan Jiwa

ADVERTISEMENT

Waket MPR Dorong Peningkatan Mutu-Akses Layanan Kesehatan Jiwa

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 10 Okt 2022 15:51 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Di peringatan Hari Kesehatan Jiwa Dunia, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan dampak krisis global terhadap kondisi kesehatan jiwa masyarakat. Dia pun mendorong agar akses dan kualitas program layanan kesehatan jiwa dapat ditingkatkan secara konsisten. Salah satunya lewat upaya transformasi sistem dan kebijakan yang mudah dipahami masyarakat.

"Dampak krisis global terhadap keseharian masyarakat dapat berimbas terhadap banyak hal. Tidak hanya di sisi ekonomi dan politik, dampak krisis juga berpotensi menghantam sektor kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan jiwa," kata Lestari dalam keterangannya, Senin (10/10/2022).

Dia menjelaskan berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 tercatat lebih dari 19 juta penduduk berusia di atas 15 tahun di Indonesia mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi. Diketahui Riskesdas merupakan riset berbasis komunitas, yang dilaksanakan secara berkala setiap lima tahun oleh Badan Litbangkes Kemenkes RI.

Merespons kondisi ini, kata dia, maka Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI), melalui Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes mendorong transformasi layanan kesehatan, guna meningkatkan akses dan mutu layanan sekunder serta tersier bagi program kesehatan jiwa.

Menurutnya, upaya pemerintah tersebut perlu didukung oleh semua pihak. Apalagi mengingat potensi peningkatan jumlah masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan jiwa di tengah situasi krisis global saat ini cukup besar.

"Ancaman terhadap sektor kesehatan jiwa itu, harus dijawab dengan transformasi layanan kesehatan yang lebih baik agar mampu mengeliminasi gejala dan memulihkan kesehatan, serta fungsi sosial penderita gangguan kesehatan jiwa," katanya.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap upaya transformasi layanan kesehatan jiwa dari Kemenkes mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Karena salah satu hasil dari upaya memulihkan kesehatan jiwa adalah kembalinya fungsi-fungsi sosial penderitanya.

"Sehingga penting juga bagi masyarakat untuk memahami norma atau berbagai faktor yang mampu mendorong kesembuhan, ketika penyintas gangguan kesehatan jiwa mulai bersosialisasi di tengah masyarakat," tuturnya.

Anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu menekankan upaya transformasi layanan kesehatan jiwa tidak hanya harus didukung dengan kemudahan akses layanan lewat perbaikan secara teknis manajerial.

"Lebih dari itu, (transformasi layanan kesehatan jiwa) membutuhkan dukungan masyarakat lewat kolaborasi dalam penerapan program transformasi layanan kesehatan jiwa yang lebih baik," pungkasnya.

(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT