Cantiknya Tenun Ikat Tanimbar Tebar Pesona Sampai Belanda-Jepang

ADVERTISEMENT

Tapal Batas

Cantiknya Tenun Ikat Tanimbar Tebar Pesona Sampai Belanda-Jepang

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Senin, 10 Okt 2022 13:08 WIB
Pembuatan kain tenun Tanimbar
Foto: dok. Agung Pambudhy/detikcom
Kepualauan Tanimbar -

Keindahan tenun ikat khas Kepulauan Tanimbar mungkin belum sepopuler wastra asli Batak, Ulos atau tenun Songket dari Palembang. Namun cantiknya tenun Tanimbar ini ternyata sudah dikenalkan hingga luar negeri lho!

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maria Retty Batlayeri mengungkap tenun ikat Tanimbar merupakan salah satu produk ekonomi kreatif yang terkenal di wilayah kerjanya. Ia mengatakan hampir setiap desa di 10 kecamatan pada Kepulauan Tanimbar memiliki tenun khas masing-masing.

Kain tenun di Tanimbar biasanya digunakan sebagai hantaran pernikahan, atau dikreasikan menjadi baju. Terutama baju bagi masyarakat setempat saat pergi ke gereja atau acara istimewa lainnya.

Demi menebarkan pesona ekonomi kreatif ini secara lebih luas, Dinas Pariwisata Kepulauan Tanimbar juga aktif membawa kain serta produk tenun ikat Tanimbar ke berbagai pameran dan kegiatan budaya. Baik skala nasional maupun internasional.

"Beberapa tahun lalu Pemkab Kepulauan Tanimbar juga pernah ke luar negeri, yaitu Belanda, Jepang, dan daerah-daerah lain sambil memperkenalkan tenun tersebut sebagai souvenir untuk kami bawa ke mancanegara. Terakhir di tahun 2021 sampai ke Rusia bawa souvenir tenun ini," ungkap Retty kepada detikcom.

Pembuatan kain tenun TanimbarPembuatan kain tenun Tanimbar Foto: dok. Agung Pambudhy/detikcom

Retty berharap produk-produk ekonomi kreatif di wilayahnya, khususnya tenun ikat Tanimbar semakin meningkat dan dikenal berbagai kalangan. Supaya, produk ini tidak hanya dipamerkan di Kepulauan Tanimbar saja tapi juga bisa se-Indonesia dan mancanegara.

Dalam rangka membantu pengembangan ekraf di Kepulauan Tanimbar, ia mengaku pihaknya melakukan pembinaan. Baik berupa pengelolaan maupun pembuatan tenun itu sendiri. Pihaknya juga memastikan tenun asli Tanimbar tidak sembarang diklaim pihak lain, salah satunya dengan mendaftarkan motif-motif tenun Tanimbar agar memiliki sertifikat HAKI dari pihak terkait.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Transmigrasi Kepulauan Tanimbar Ambrosius Sabono menambahkan hingga kini Kepulauan Tanimbar memiliki 47 motif yang telah ditetapkan HAKI-nya.

"47 motif ini menjadi harkat dan kekayaan untuk bisa terkenal di daerah lain sampai mancanegara," kata Sabono.

Selain mengenalkan produk tenun di lingkup nasional dan internasional dalam rangka pameran, Sabono mengungkap pihaknya juga sering dihubungi teman-teman pebisnis yang ingin bersinergi mendorong pelaku UMKM tenun. Harapannya, hal ini bisa mendorong para pengrajin berkreasi lebih maju sehingga bisa mendukung pasar yang lebih luas ke daerah dan negara lain.

Pengembangan Tenun di Desa Wisata

Adapun pengembangan tenun di Kepulauan Tanimbar dilakukan oleh warga masing-masing desa, salah satunya melalui Desa Wisata Kandar yang ada di Kecamatan Selaru. Sabono menjelaskan di desa ini sudah terbentuk dasawisma, kelompok ibu-ibu yang memberdayakan hasil tenun dengan sistem terstruktur.

Diketahui, Desa Wisata Kandar juga masuk ke dalam 300 Besar Desa Wisata dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Pembuatan kain tenun TanimbarPembuatan kain tenun Tanimbar Foto: dok. Agung Pambudhy/detikcom

"Secara usahanya sudah terstruktur sampai ada yang jadi galeri. Tenun sudah jadi tradisi kita. Semua rumah di Kandar, depan rumah itu pasti ada alat tenun," tuturnya.

Selain di Desa Kandar, dasawisma dan pengembangan budaya tenun juga hadir di Desa Fursuy, Kecamatan Selaru. Bahkan, desa ini juga sempat didaftarkan menjadi Desa BRILian pada 2021 lalu.

Kepala Unit BRI Lelemuku, Roberth Nicodemus Naressy mengungkap Desa Fursuy memproduksi banyak kain tenun dengan sistem produksi dan pemasaran yang terkoordinasi.

"Sehingga kita pakai desa itu untuk Desa BRILian, artinya jadi desa binaan Teras BRI Selaru. Dukungan BRI ke desa tersebut, Mantri (Marketing Analisis dan Mikro) BRI selalu melakukan pembinaan dan memberi pinjaman KUR ke pelaku usaha tenun," kata pria yang akrab disapa Roy ini.

Roy menambahkan Mantri BRI di Selaru juga secara aktif mengecek aktivitas para pengrajin di sana. Sehingga ketika ada kendala terutama terkait pembiayaan pihaknya bisa segera mengatasi masalah tersebut.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT