Alat Deteksi Lumpur Dioperasikan
Selasa, 11 Jul 2006 22:20 WIB
Jakarta - Upaya mematikan semburan lumpur panas oleh Tim I (BP Migas dan Lapindo Brantas) menunjukan sedikit perkembangan. Tim I dijadwalkan akan memulai tahap persiapan penginjeksian lumpur dan semen berat melalui peralatan snubbing unit di sumur Banjar Panji (BJP1), Selasa (11/7/2006).Peralatan blow out preventer (BOP) test dengan kepasitas 10.000 psi telah tuntas hari ini. "Mudah-mudahan material penyumbat sumber luapan itu sudah dapat diinjeksikan, sehingga Rabu besok atau Kamis lusa, posisi fish (mata bor) sudah diketahui. Kalau posisi fish sudah diketahui, lumpur pengeboran (lumpur berat) bisa langsung diinjeksikan," kata Kepala Dinas Humas BP Migas, Amir Hamzah seperti pada siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (11/7/2006).Menurut Amir, untuk metode snubbing unit, sudah melampaui tahap tes BOP (Blow Out Preventer) yang berkekuatan 10.000 psi dan akan dilanjutkan dengan memasukkan pahat ke dalam sumur BJP1 untuk membongkar lapisan semen penutup lubang.Di bagian lain, pembuatan lumpur berat juga sudah rampung. "Saat ini, lumpur pengeboran sudah memenuhi mud pit (kolam penampung) yang ada di dekat sumur Banjar Panji 1," tuturnya.Dia mengakui, ada sedikit kendala dalam pembuatan lumpur berat yaitu adanya kecurigaan dari warga saat dilakukan pengambilan air di Sungai Porong, yang melewati Desa Besuk Kulon, Kecamatan Jabon, Sidoarjo.Air itu rencananya akan digunakan untuk pembuatan lumpur berat. Namun warga mengira ada aktivitas pembuangan lumpur panas Lapindo ke sungai. "Karena itu, saya harap masyarakat mengerti dan tidak menghalang-halangi kerja kami. Sebab, kalau kami tidak bisa membuat lumpur pengeboran, nanti jadwal penyumbatan luapan lumpur ini bisa molor lagi," imbuhnya.Proses penyumbatan luapan lumpur ditempuh dengan dua metode, yakni menggunakan peralatan snubbing unit (alat pendeteksi posisi sumber luapan di bawah permukaan tanah) serta menggunakan relief well (pengeboran samping).Penyumbatan dengan snubbing unit dilakukan dengan menginjeksikan lumpur berat dan semen langsung di sumur eksplorasi BJP1. Metode ini ditempuh jika posisi fish (peralatan pengeboran yang tertinggal di dalam lubang sumur eksplorasi) dapat dilacak dengan mudah.Ada dua opsi dalam melaksanakan metode ini. Bila fish ternyata sudah jatuh ke dasar sumur di kedalaman 9.297 feet, maka lumpur berat langsung diinjeksikan. Namun, jika fish ternyata belum jatuh ke dasar sumur, maka ditempuh langkah sidetracking.Namun, bila posisi fish sulit dilacak, maka dilakukan pengeboran miring menuju sumber semburan yang diperkirakan terletak di dasar sumur BJP1 atau disebut metode relief well.
(wiq/)











































