Pemprov DKI Tetapkan 50 Cagar Budaya Selama 2018-2022

ADVERTISEMENT

Pemprov DKI Tetapkan 50 Cagar Budaya Selama 2018-2022

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 09 Okt 2022 13:48 WIB
Sepanjang 2020 hingga 2021, Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan sebanyak 14 cagar budaya baru. Salah satunya yakni Tugu Proklamasi.
Tugu Peringatan Proklamasi (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menetapkan 50 objek sebagai cagar budaya sepanjang 2018-2022. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan penetapan objek sebagai cagar budaya merupakan amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya sebagai upaya pelestarian.

"Penetapan ini menjadi dasar hukum yang jelas sebagai landasan pelestarian cagar budaya. Penetapan ini juga sebagai bagian dari upaya kami dalam melindungi aset budaya yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta," kata Anies dalam keterangan tertulis, Minggu (9/10/2022).

Hal itu disampaikan Anies saat memaparkan rilis kinerja dan capaian Pemprov DKI Jakarta 2017-2022. Anies menuturkan penetapan objek menjadi cagar budaya telah melalui kajian yang diverifikasi oleh Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta.

"Verifikasi dilakukan dengan melakukan survei, riset daftar pustaka, dan melakukan pembahasan kajian," jelasnya.

Sejumlah kriteria harus terpenuhi sebelum menetapkan suatu objek sebagai cagar budaya. Di antaranya berusia 50 tahun atau lebih, mewakili gaya paling singkat berusia 50 tahun, memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan, serta memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.

Sejauh ini, objek-objek yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya antara lain Lapangan Golf Rawamangun, Gedung Bank Indonesia Kebon Sirih, Gedung Kantor Pusat Garuda Indonesia Jalan Kebon Sirih, Gedung Tjipta Niaga, Tugu Peringatan Proklamasi, Rumah Proklamasi, Stasiun Jatinegara, Jembatan Kereta Jalan Matraman Raya, dan Jembatan Kereta Terowongan Tiga.

Selain cagar budaya, Pemprov DKI Jakarta menetapkan Warisan Budaya Takbenda sebagai upaya pelestarian kebudayaan Jakarta. Totalnya, sebanyak 47 objek Warisan Budaya Takbenda ditetapkan selama 5 tahun terakhir, di antaranya Topeng Tunggal, Hadroh Betawi, Silat Sabeni Tenabang, Petak Umpet Betawi, Panggah Betawi, Sayur Sambel Godog, Asinan Betawi, dan Golog Betawi.

"Dengan ditetapkannya karya budaya menjadi Warisan Budaya Takbenda ini, diharapkan dapat melestarikan karya budaya tersebut dari kepunahan dan menjadi kebanggaan bagi warga Jakarta, khususnya masyarakat Betawi," ucapnya.

Selain itu, penetapan Warisan Budaya Takbenda juga dapat menjadi motivasi bagi para pelaku seni lainnya untuk mencatatkan karya budayanya dan diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda, sehingga semakin banyak khazanah budaya yang berkembang di Jakarta.

Anies menyebut komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam melestarikan budaya juga tampak pada pengembangan Perkampungan Budaya Betawi di Setu Babakan serta revitalisasi Taman Ismail Marzuki.

"Dengan begitu, para seniman, budayawan, dan warga dapat lebih produktif berkarya di tempat yang nyaman dan memiliki fasilitas baru," tandasnya.

Simak juga 'Sebagian DKI Diprediksi Hujan Lebat Berpotensi Banjir Hingga 10 Oktober':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/mae)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT