Aktivitas Melemah, Status Merapi Akan Diturunkan

Aktivitas Melemah, Status Merapi Akan Diturunkan

- detikNews
Selasa, 11 Jul 2006 21:47 WIB
Yogyakarta - Selama beberapa hari terakhir ini, aktivitas vulkanik Gunung Merapi mulai melemah dan mengalami penurunan signifikan. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) mempertimbangkan diturunkan status awas Merapi menjadi siaga dalam waktu tidak lama lagi.Rencananya, pada Rabu (12/7/2006) status Merapi akan diturunkan. Namu warga yang tingga di wilayah lereng selatan Merapi yang berada di aliran Kali Gendol diminta tetap waspada. Sebab meski statusnya sudah diturunkan ancaman longsor dan munculnya awan panas tetap bisa terjadi.Hal itu diungkapkan oleh Kepada BPPTK, Ratdomo Purbo kepada wartawan dikantor Jl Cendana Yogyakarta, Selasa (11/7/2006)."Selama dua hari terakhir ini, Merapi tidak mengeluarkan awan panas dan ada kecenderungan menurun aktivitasnya," kata Purbo.Dia mengatakan sejak tanggal 3 Juli, Merapi sebenarnya tidak mengeluarkan awan panas. Sedang guguran lava pijar dengan jarak 1 kilometer masih sering terjadi. Namun karena terpengaruh gempa susulan pada hari Kamis 6 Juli kemarin, awan panas muncul lagi. Setelah itu mulai menurun lagi, semestinya status Merapi sudah bisa diturunkan."Kami sudah berdiskusi dengan Kantor Pusat Vulkanologi di Bandung. Hasilnya memang status Merapi akan segera diturunkan mengingat ancaman awan panas semakin kecil. Keputusan dari Pusat Vulkanologi di Bandung baru Rabu besok akan diturunkanstatusnya," kata Purbo.Menurut dia, untuk menurunkan status membutuhkan waktu setidaknya satu minggu dihitung saat terjadi penurunan aktivitas yang tajam. Sejak tanggal 3 Juli kemarin, aktivitas dapat dikatakan menurun tajam. "Awan panas sudah tidak muncul lagi. Kalau dihitung seminggu, mestinya Rabu besok status baru diturunkan," katanya.Dia menambahkan meski nanti status sudah turun, yang perlu diwaspadai adalah masih labilnya posisi kubah baru 2006. Kubah baru yang diberi nama kubah 2006 B yang terbentuk belum lama ini posisi menggantung di bekas kubah lava 2006 yang sebagian besar telah longsor pada pertengahan bulan Juni lalu. Volume kubah baru itu mencapai 600 ribu meter kubik."Karena posisinya menggantung, kemungkinan longsor sangat besar karena tidak ada penopang untuk menahan beban. Jika itu terjadi, persis seperti peristiwa 1994 yang menghabiskan Turgo," katanya. (wiq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads