Ribuan Anggota GAM Belum Dapat Dana Reintegrasi
Selasa, 11 Jul 2006 17:33 WIB
Jakarta - Sebanyak 2.704 mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) belum mendapat dana reintegrasi yang dijanjikan pemerintah. Mereka juga diperlakukan diskriminatif oleh Pemda Aceh.Nasib itu dialami oleh anggota GAM yang menyerah ke pemerintah RI sebelum MoU Helzinki ditandatangani RI-GAM. Padahal sebelumnya pemerintah menjanjikan dana reintegrasi Rp 10 juta untuk semua eks anggota GAM."Total anggota GAM yang sudah menyerah sebelum penandatangan MoU Helzinki sebanyak 8.500," kata koordinator anggota GAM yang menyerah Pra-MoU Helsinki, Nasir Lado, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/7/2006).Perlakuan diskriminatif itu mereka terima tidak hanya dalam hal mencari pekerjaan saja. Mereka juga kerap dibedakan saat mengurus berbagai keperluan di kantor Pemda setempat."Alasan kami dibedakan adalah karena kami dianggap tidak masuk dalam masalah yang dibahas dalam MoU itu. Jika memang begitu, ubah saja UU-nya," ujarnya.Nasir berharap masalah ini segera menjadi perhatian pemerintah. Sebab, dalam kenyataannya tidak ada perbedaan antara mereka yang menyerah setelah atau sebelum MoU Helsinki ditandatangani. "Kami menderita, mereka juga menderita," ungkap Nasir.Nasir datang ke Gedung DPR karena diundang untuk menghadiri pengesahan RUU Pemerintah Aceh. Namun Nasir merasa heran, kelompoknya sama sekali tidak diberikan kesempatan untuk berbicara dalam forum tersebut."Tapi kami mendukung RUU PA. Kami juga berharap teman-teman yang lain melakukan hal yang sama. Ini untuk anak cucu kita agar bisa hidup damai," tutur Nasir.
(djo/)











































