Penjelasan Lengkap Baim Wong Usai Diperiksa soal Konten Prank KDRT

ADVERTISEMENT

Penjelasan Lengkap Baim Wong Usai Diperiksa soal Konten Prank KDRT

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 19:20 WIB
Jakarta -

Baim Wong dan istrinya, Paula Verhoeven, telah memberikan keterangan ke polisi terkait konten prank KDRT. Baim Wong meminta maaf kepada kepolisian dan masyarakat atas konten tersebut.

Baim Wong dicecar polisi dengan 25 pertanyaan. Sementara itu, Paula diberi 19 pertanyaan terkait konten prank lapor KDRT tersebut.

Setelah menjalani pemeriksaan, Baim Wong kembali menyampaikan permintaan maaf. Baim Wong mengaku tak punya niat menjelekkan institusi kepolisian dengan membuat prank lapor KDRT tersebut, tetapi justru berniat memberikan edukasi.

"Sekali lagi saya minta maaf ya, buat institusi kepolisian, saya maaf ya. Tidak ada, tidak ada rasa ke arah sana (menjelekkan). Kemudian masyarakat Indonesia, tapi tanpa dendam, balik lagi, tidak ada dendam dari saya sama sekali," ujar Baim Wong di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (7/10/2022).

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Paula mengungkapkan permintaan maafnya kepada kepolisian dan masyarakat Indonesia.

"Seperti suami saya, saya meminta maaf kepada institusi kepolisian kita menyesal dan juga kepada masyarakat Indonesia," ucap Paula.

Berikut pernyataan lengkap Baim Wong:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sebelumnya, maaf ya buat semuanya teman-teman wartawan yang berusaha temuin saya, tapi kadang-kadang saya nggak bales. Saya ini takut karena beritanya itu sudah di luar dari niatan kita dari awal.

Yang saya pun sebenarnya tidak ada niatan untuk menjelekkan, apalagi tidak menghargai, apalagi merendahkan, institusi kepolisian. Yang sebenarnya malah kebalikan, kenapa saya lakuin, saya mau tahu reaksi kepolisian itu seperti apa ketika kalau memang Paula itu yang melaporkan, konteks yang kadang-kadang kita pun salah kenapa harus pakai konteks itu, sesimpel itu.

Dan ternyata jawaban polisi itu sangat bagus, dia tidak menjadikan bahan viral ketika Paula ada pengaduan. Malah dia bilang lebih baik didamaikan, takut menjadi viral.

Karena positif jawabannya, saya mau mengedukasi supaya masyarakat melihat dulu, ini loh kepolisian seharusnya seperti ini. Ini saya beneran ya, demi Allah. Saya tidak melebihkan, nggak mengurangkan, nggak, karena adanya ini saya jawabnya jadi begini. Dari awal memang seperti itu kenyataannya, mau mengedukasi.

Dan kalau dibilang prank, itu terlalu negatif ya, lebih ke arah, saya sudah kenal dengan polseknya. Lebih ke arah menghibur. Karena ketika saya ke sana pun mereka sudah kenal dengan saya. Spontanitas juga, tidak ada niatan sama sekali.

Jadi kalau saya bilang, tapi kembali ya, saya setelah itu baru nonton lagi dan ternyata memang waktu timing-nya itu kurang tepat. Dan saya pun, maaf, juga tidak terhibur dengan konten saya sendiri dan terkadang saya malah melihat, 'loh iya ya, saya salah ya, dan jadinya malah jadi negatif pemikirannya' tapi itu lebih ke KDRT.

Tapi kalau ke kepolisian nol persen saya tuh untuk bisa memikirkan ini bisa menjelekkan institusi polisi. Jadi kalau saya bilang, sekali lagi, kalau sudah sebesar ini masalahnya saya dan keluarga, saya minta maaf, tidak ada niatan sama sekali, tidak berusaha menghindar dari kalian semua para wartawan. Karena memang takutnya tambah ke sana-sini.

Saya menunggu sebenernya ya ini BAP ini supaya selesai. Ini saya bisa leluasa ngomong dengan kalian sebenernya, itu saja. Sekali lagi saya minta maaf, ya. Buat institusi kepolisian, saya maaf banget.

Tidak ada, tidak ada saya rasa ke arah sana dan kemudian masyarakat Indonesia. Tapi tanpa dendam, balik lagi, tidak ada rasa dendam dari saya sama sekali. Ini pelajaran untuk kita semua, hebat buat kita. Jadi sekali saya minta maaf. Mudah-mudahan dimaafkan ya.

(ain/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT