Polisi Duga Pria Tewas di Kolong Tol Jagorawi Tunawisma

ADVERTISEMENT

Polisi Duga Pria Tewas di Kolong Tol Jagorawi Tunawisma

Muchamad Sholihin - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 18:19 WIB
Ilustrasi penemuan mayat wanita (dok detikcom)
Ilustrasi penemuan mayat (dok. detikcom)
Bogor -

Polresta Bogor Kota masih melakukan penyelidikan terkait kasus tewasnya seorang pria di kolong Tol Jagorawi, Kota Bogor. Polisi masih menelusuri identitas korban.

"Kami masih mendalami terkait korban. Sampai saat ini penyelidikan terus berlangsung untuk mencari identitas korbannya. Untuk saat ini sudah 12 orang saksi yang kita mintai keterangan," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwanto Jumat (7/10/2022).

Dhoni menyebut pria tewas dengan luka di kepala di kolong Tol Jagorawi itu diduga seorang tunawisma. Sebab, dari hasil penelusuran sementara, pihaknya tidak menemukan warga yang mengaku kenal dengan korban.

"Diduga korban adalah tunawisma, karena beberapa saksi rata-rata tidak mengenal. Jadi identitasnya belum diketahui sampai sekarang," kata Dhoni.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melapor ke Polresta atau kepolisian terdekat kalau merasa kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri seperti korban," tambahnya.

Adapun ciri-ciri pria diduga tewas dibunuh tersebut adalah tinggi kurang lebih 155 sentimeter, badan kurus, umur 55-60 tahun, dan rambut sudah tumbuh uban. Saat ditemukan, pria tersebut menggunakan baju koko merah tua dan celana warna biru pudar.

Diduga Korban Pembunuhan

Sebelumnya, mayat pria yang ditemukan tewas dengan luka di kepala di kolong Tol Jagorawi Kota Bogor diduga korban pembunuhan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya.

"Dugaan sementara, berdasarkan luka di tubuhnya (korban pembunuhan)," kata Wakapokresta Bogor Kota AKBP Ferdy Irawan, Kamis (6/10/2022).

Ferdi mengatakan Satreskrim Polresta saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan pria yang ditemukan tewas di kolong Tol Jagorawi.

"Saat ini penyidik masih bekerja untuk mengungkap kasus ini," tambahnya.

(isa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT