Air 9 Waduk di Jateng Susut

Air 9 Waduk di Jateng Susut

- detikNews
Selasa, 11 Jul 2006 15:15 WIB
Semarang - Memasuki musim kemarau tahun ini, debit air 9 waduk di Jawa Tengah (Jateng) mulai menyusut. Namun demikian, secara umum, kondisi air masih cukup memadai. Ke-9 waduk yang airnya menyusut adalah Malahayu, Penjalin, Gembong, Gunungrowo (Pati), Lodanwetan (Rembang), Butak, Plumbon (Surakarta), Kedunguling, dan Brambang (Grobogan). Debit waduk tersebut lebih sedikit dibanding perkiraan semula. Misalnya, debit air Waduk Malahayu diperkirakan mencapai 25.583 meter kubik, namun kini airnya menyusut menjadi 24.583 meter kubik. Begitu pula dengan Waduk Gembong. Diperkirakan debitnya mencapai 7.554 meter kubik, nyatanya hanya 6.092 meter kubik. Sementara, 29 waduk lainnya di Jateng masih dalam kondisi relatif aman, karena debit airnya melebihi perkiraan. Data ini merupakan laporan dari daerah ke Dinas PSDA (Pengelolaan Sumber Daya Air) Jateng per awal Juli 2006. "Dibanding tahun lalu, kondisinya lebih bagus tahun ini. Memasuki musim kemarau, sebagian besar waduk masih terisi air," kata Kepala Dinas PSDA M Nidhom Azhari di kantornya, Jalan Madukoro, Semarang, Selasa (11/7/2006). Nidhom menduga, 9 waduk yang debit airnya berkurang bisa saja karena sedang diperbaiki atau karena pola tanam warga setempat. Bukan hanya karena musim kemarau. Menurut dia, dalam laporan, tak disebutkan alasan menyusutnya air di waduk. Penyusutan debit air waduk ini sudah pasti akan mempengaruhi pertanian. Sebab, banyak lahan pertanian yang bergantung pada air waduk. "Sekitar 20 persen air waduk digunakan untuk irigasi pertanian di Jateng," lanjut dia. Meski kondisinya belum begitu mengkhawatirkan, Nidhom berharap petani mulai saat ini mengalihkan perhatiannya untuk menamam palawija. Kalau tidak, lahan pertanian mereka terancam puso. "Tapi biasanya petani punya perhitungan tersendiri menghadapi musim seperti ini. Yang jelas, kami sudah menyosialisasikan kondisinya secara terbuka. Soal tindakan, sepenuhnya ada di tangan warga," demikian M Nidhom Azhari. (asy/)


Berita Terkait