Bukit Ambruk ke dalam Tanah, Warga Tinggalkan Kampung

Bukit Ambruk ke dalam Tanah, Warga Tinggalkan Kampung

- detikNews
Selasa, 11 Jul 2006 14:58 WIB
Ambon - Buntut kejadian aneh yang menimpa warga Dusun Mamua, Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, 150 kepala keluarga terpaksa meninggalkan kampung. kondisi ini sudah dijalani warga tiga hari belakangan ini. Warga memilih tinggal di daerah perbukitan dan hutan di sekitar dusun. La Arif (45), warga dusun Mamua yang ditemui detikcom, Selasa (10/7/2006) saat mengangkut barang-barang berharganya, menuturkan, sejak tiga hari terakhir, warga dusun Mamua ditakutkan dengan beberapa kejadian aneh yang menimpa warga. "Ada air sungai meluap. Padahal, sudah hampir dua tahun, air di sungai kering, baik pada musim hujan maupun kemarau," ujar Arif, sambil menggendong anak bungsunya.Selain itu, kata Arif, kejadian lainnya adalah ambruknya sebuah bukit dan masuk ke dalam tanah. "Bukit di belakang kampung ambruk dan masuk ke dalam tanah. Ini yang membuat kami semakin takut," tutur Arif.Terkait hal ini, Kapolsek Leihitu, Iptu Umar Sahupala, kepada detikcom mengatakan, warga dusun Mamua sudah mengungsi sejak tiga hari lalu. "Ada beberapa kejadian aneh yang menimpa warga setempat. Ini yang membuat ketakutan warga. Bahkan beberapa warga tetangga, Dusun Waitomu dan Waihatu juga ikut mengungsi," ujar Kapolsek. Atas kejadian ini, kata Sahupala, dirinya sudah melaporkan kejadian ini kepada Kapolres dan Muspika setempat.Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi dan Geofisika Ambon, Benny Sipolo menjelaskan, ambruknya bukit ke dalam tanah di dusun Mamua, diprediksi akibat patahan di bagian bawah bumi. "Jadi, kalau dilihat peta geologi pulau Ambon, Dusun Mamua masuk dalam jalur patahan (sesar) yang dapat mengakibatkan perubahan permukaan bumi. Jalur itu menuju hingga desa Alang Kecamatan Leihitu," jelas dia. Kendati demikian, Sipolo menambahkan, jalur di dusun Mamua masuk dalam patahan tidak aktif. Patahan itu bisa aktif jika ada pergerakan lempengan bumi. "Ini yang mengakibatkan gempa bumi beberapa waktu lalu," kata dia. (asy/)


Berita Terkait