Jamsostek Kisruh, Dirut Pilih No Comment
Selasa, 11 Jul 2006 14:30 WIB
Jakarta - Meski posisinya tengah digoyang karyawannya, Direktur Utama PT Jamsostek Iwan P Pontjowinoto memilih bungkam. Dia menilai kasus di Jamsostek masalah internal dan kewenangan mencopot dirinya ada pada Menneg BUMN Sugiharto."Saya no comment saja. Ini urusan internal," kata Iwan P Pontjowinoto saat dicegat wartawan di Kantor PT Jamsostek, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2006).Iwan tampak enggan berkomentar terkait dengan kisruh yang kini melanda perusahaan yang tengah ia pimpin. Dia juga memilih bungkam ketika dimintai komentar soal adanya mosi tidak percaya dari Serikat Pekerja PT Jamsostek yang didukung oleh sejumlah direktur.Demikian juga ketika disinggung mengenai gaya kepemimpinannya yang dinilai tidak cocok dengan SP Jamsostek, Iwan tidak mau berkomentar banyak. "Mungkin saja. Karena itu kan penilaian orang saja," kata Iwan sambil masuk ke dalam ruangannya.Sebelumnya, Senin kemarin (10/7/2006) Serikat Pekerja Jamsostek yang mewakili sekitar 3.000 karyawan menuntut Iwan P Pontjowinoto menanggalkan jabatan selaku direktur utama di perusahaan beraset Rp 40 triliun ini. Keinginan karyawan ini mendapat dukungan dari sejumlah direktur. Antara lain Direktur Keuangan Tri Lestari, Direktur Investasi Iskandar Rangkuti, Direktur Umum dan SDM Andi Achmad, dan Direktur Operasi dan pelayanan Tjarda Muchtar.Ketua Serikat Pekerja Jamsostek Abdul Latif Algaff mengatakan, pihaknya menuntut mundur Iwan karena dinilai tidak mampu menangani portofolio Jamsostek. Langkah Iwan yang mengundang kontroversi adalah menyetop trading dan transaksi di pasar modal. Sebagai gantinya, ia disebut-sebut menunjuk PT Danareksa dan PT Bahana untuk mengelola investasi senilai Rp 6 triliun.Menanggapi adanya tuntutan mundur tersebut, Menneg BUMN Sugiarto menegaskan pihaknya belum berencana menggelar RUPS untuk mengganti direktur utama PT Jamsostek.
(jon/)











































