Kapolri: Sebagian Besar Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Alami Asfiksia

ADVERTISEMENT

Kapolri: Sebagian Besar Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Alami Asfiksia

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 06 Okt 2022 20:18 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (YouTube Polri TV Radio)
Foto: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (YouTube Polri TV Radio)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap penyebab meninggalnya korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan lebih dari 100 orang. Sigit mengatakan sebagian besar korban mengalami asfiksia atau kematian karena kekurangan udara.

"Sebagian besar yang meninggal mengalami asfiksia," kata Sigit dalam jumpa pers, di Polresta Malang Kota, Malang, Jawa Timur, Kamis (6/10/2022).

Selain mengalami asfiksia, Sigit juga mengungkapkan ada korban yang mengalami trauma di kepala dan thorax, serta patah tulang.

"Korban yang mengalami patah tulang, yang mengalami trauma di kepala thorax," ungkapnya.

Sigit juga menjelaskan banyaknya korban tewas dalam tragedi Kanjuruhan akibat berdesak-desakan di pintu keluar. Sebab, lanjutnya, pintu-pintu tersebut tidak sepenuhnya dibuka dan ada besi yang melintang.

"Seharusnya, 5 menit sebelum pertandingan berakhir, seluruh pintu tersebut seharusnya dibuka. Namun saat itu pintu dibuka namun tidak sepenuhnya. Hanya berukuran kurang 1,5 meter," ujarnya.

"Kemudian terjadi desak-desakan yang mengakibatkan kemudian terjadi sumbatan di pintu-pintu tersebut hampir 20 menit," imbuh Sigit.

Ada 6 Tersangka

Sigit juga mengumumkan tersangka tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita ditetapkan menjadi tersangka.

"Berdasarkan gelar dan alat bukti permulaan yang cukup maka ditetapkan saat ini 6 tersangka," kata Kapolri dalam jumpa pers, Kamis (6/10/2022).

Pengumuman tersangka itu menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi sebelumnya yang memerintahkan tragedi Kanjuruhan diusut tuntas. Jokowi meminta tak ada yang ditutup-tutupi terkait tragedi Kanjuruhan.

Simak video 'Cerita Korban Tragedi Kanjuruhan, Paksa-Abaikan Larangan Ortu':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/hri)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT