Didesak Jokowi Percepat Investigasi, TGIPF Kerja Maraton

ADVERTISEMENT

Didesak Jokowi Percepat Investigasi, TGIPF Kerja Maraton

Silvia Ng - detikNews
Kamis, 06 Okt 2022 19:30 WIB
Kegunaan Gas Air Mata Sebenarnya, Kini Jadi Sorotan di Tragedi Kanjuruhan
Tragedi Kanjuruhan (Foto: AP/Yudha Prabowo)
Jakarta -

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) didesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menuntaskan investigasi kasus tragedi Kanjuruhan. Anggota TGIPF Kurniawan Dwi Yulianto mengatakan pihaknya tengah melakukan kerja maraton untuk memenuhi tenggat waktu yang ditentukan.

"Makanya kami kerja secara maraton ini ada tim ke Malang, ke Surabaya. Intinya, tujuannya sama seperti yang mungkin diharapkan sama masyarakat Indonesia bahwa ini akan diusut dengan tuntas kebenaran sebenarnya dan keadilan seadil-adilnya," kata Kurniawan kepada wartawan, di Kemenko Polhukam, Kamis (6/10/2022).

Kurniawan mengatakan kerja maraton ini dilakukan TGIPF untuk mengumpulkan semua bukti terkait tragedi Kanjuruhan. Hal ini dilakukan agar tim pencari fakta tidak melihat kasus tersebut dari satu sisi.

"Kita tidak hanya melihat (satu sisi), gini ya, kenapa kita kerja maraton mengumpulkan semua bukti, temuan yang ada karena kita tidak hanya melihat dari satu sisi saja, dari semua hal temuan, segala sesuatu insyaallah nggak akan luputlah," terang Kurniawan.

Kurniawan mengatakan tim tersebut akan mengumpulkan semua bukti-bukti. Namun dia menyebut saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan temuan-temuan dari tim tersebut.

"Jadi semua bukti akan dikumpulkan dulu, makanya audiensi dengan suporter juga penting sebagai bahan masukan bagi kami," ungkap Kurniawan.

"Kami belum menyimpulkan kesimpulan dari semua yang telah kami kerjakan, dan nanti apapun temuan, nanti akan dianalisa, kemudian disimpulkan terus dilaporkan, rekomendasi dan akan disampaikan oleh yang berwenang," sambungnya.

Sebelumnya diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) menuntaskan investigasi atas kasus Tragedi Kanjuruhan. Tim Pencari Fakta diberi batas waktu memberikan hasil penyelidikan atas kejadian tersebut kurang dari sebulan.

"Tim Pencari Fakta itu diminta segera bekerja, kalau bisa tidak sampai 1 bulan. Sudah bisa menyimpulkan," kata Menko Polhukam Mahfud Md kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dilansir dari detikNews, Selasa (4/10/2022).

Mahfud mengaku gambaran umum masalah Tragedi Kanjuruhan sudah diketahui. TGIPF sisa melengkapi detail-detail lain yang masih perlu didalami.

"Karena masalah besarnya sebenarnya sudah diketahui. Tinggal masalah-masalah detailnya yang itu bisa dikerjakan mungkin tidak sampai 1 bulan," sambungnya.

Lihat juga video 'Hasil Rapat TGIPF Kanjuruhan, Seluruh Liga PSSI Disetop Sementara':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT