Tragedi Kanjuruhan Disorot Dunia, Mahfud Md: Ini Pukulan bagi Kita

ADVERTISEMENT

Tragedi Kanjuruhan Disorot Dunia, Mahfud Md: Ini Pukulan bagi Kita

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 06 Okt 2022 15:37 WIB
Pemerintah akan membentuk Tim Independen Gabungan Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan. TGIPF akan dipimpin oleh Mahfud Md.
Mahfud Md (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menyampaikan Tragedi Kanjuruhan disorot dunia karena menempati posisi kedua sebab jumlah korban jiwa mencapai 131 orang. Mahfud mengatakan tragedi tersebut menjadi pukulan bagi kita semua.

"Ini menjadi pukulan bagi kita karena bukan hanya menjadi masalah nasional tapi juga menjadi sorotan dunia internasional," kata Mahfud saat dihubungi detikcom melalui pesan singkat, Kamis (6/10/2022).

"Ini tragedi sepakbola terbesar pertama dalam 50 tahun terakhir dan terbesar kedua dalam jika dihitung dalam sejarah persepakbolaan dunia. Yang terbesar terjadi di Peru pada1964 dengan korban 328 jiwa, yang kedua Indonesia pada 2022 dengan korban 131 jiwa, yang ketiga Ghana pada tahun 2001 dengan korban 126 jiwa," sambungnya.

Mahfud mengungkapkan, ada banyak faktor penyebab terjadinya Tragedi Kanjuruhan hingga memakan ratusan korban jiwa. Dari faktor stadion hingga regulasi penyelenggaraan pertandingan sepakbola.

"Banyak faktor, pada temuan awal stadion termasuk faktor yang dicatat turut menjadi penyebab tragedi itu. Faktor-faktor lainnya adalah penyelenggara dan panpelnya, pengendalian keamanan, suporter, regulasi, dan lain-lain," ujarnya.

Mahfud mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah memerintahkan Menteri PUPR Basuki untuk mengecek seluruh kondisi stadion yang ada di Indonesia agar sesuai dengan standar internasional. Mahfud berjanji akan mencari akar persoalan tragedi tersebut hingga ke akar-akarnya. Menurutnya, penanganan setiap kerusuhan pertandingan sepakbola tidak pernah sampai menyentuh akar masalah.

"Untuk masalah stadion Presiden sudah meminta Menteri PUPR untuk segera meneliti dan memperbaiki semua stadion di Indonesia agar memenuhi standar yang diatur secara internasional maupun nasional. Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan akan mencari akar-akar masalahnya, sebab tragedi sudah sering terjadi dan investigasi sudah selalu dilakukan, tapi tekanannya selalu lebih berkisar pada teknis penyelenggaraan. Sementara akar masalahnya tak tertangani," kata ahfud yang juga ketua TGIPF Tragedi Kanjuruhan.

Simak Video 'Korban Jiwa Kanjuruhan Terbanyak Kedua di Sejarah Sepak Bola Dunia':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/hri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT