Menpora Pimpin Rakor Evaluasi Penyelenggaraan Sepakbola Buntut Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

Menpora Pimpin Rakor Evaluasi Penyelenggaraan Sepakbola Buntut Kanjuruhan

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 06 Okt 2022 14:29 WIB
Zainuddin Amali pimpin rapat Tragedi Kanjuruhan
Zainuddin Amali memimpin rapat Tragedi Kanjuruhan. (Karin/detikcom)
Jakarta -

Kemenpora menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan penyelenggaraan sepakbola Indonesia. Rakor digelar buntut Tragedi Kanjuruhan yang terjadi seusai laga pekan ke-11 Liga 1 2022 antara Arema FC versus Persebaya yang menewaskan 131 orang.

Rapat tersebut dilaksanakan di Wisma Menpora, Kemenpora, Jakarta Pusat, Kamis (6/10/2022). Dalam rapat ini turut dihadiri sejumlah pejabat terkait.

Pantauan detikcom pukul 13.35 WIB, terlihat satu per satu pejabat mulai memasuki ruang rapat. Di antaranya Wadamkor Brimob Irjen Setyo Boedi Moempoeni Harso, Karo Binops Polri Brigjen R Hutajulu, Deputi Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan, dan sejumlah pejabat lainnya.

Terlihat sejumlah kursi yang bertuliskan papan nama pejabat, seperti Kemendagri, Waketum PSSI, Sekjen PSSI, Menpora belum terisi. Namun kursi yang bertuliskan manajer klub sepakbola Liga 1 telah terisi.

Terlihat Manajer Arema FC Ali Rifki dan Manajer Persebaya Yahya Alkatiri duduk berdampingan. Mereka tampak berbicara satu sama lain.

Tak jarang mereka juga terlihat melemparkan gurauan. Selain itu, perwakilan suporter sejumlah klub sepakbola turut hadir dalam rakor ini.

Rencananya rakor ini dipimpin langsung oleh Menpora RI Zainudin Amali. Mereka akan membahas evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan penyelenggaraan sepakbola Indonesia.

Saat ini update terbaru total korban luka hingga meninggal dunia Tragedi Kanjuruhan mencapai 574 orang. Sebanyak 131 orang menjadi korban tewas, 377 korban luka sudah dipulangkan, dan 66 orang lainnya masih dirawat di rumah sakit.

Berdasarkan data korban Tragedi Kanjuruhan dari Dinas Kesehatan Jawa Timur, Kamis (6/10), korban luka dirawat di 25 rumah sakit di Malang Raya. Dari 574 korban tersebut, 420 orang mengalami luka ringan atau sedang, 23 luka berat, dan 131 meninggal dunia. Saat ini masih ada sebanyak 66 korban yang masih menjalani perawatan di 25 rumah sakit.

Simak Video '5 Fakta Terbaru Seputar Tragedi Kanjuruhan':

[Gambas:Video 20detik]



(ain/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT