Luhut Ajak Pakai Produk Dalam Negeri, Kurangi Belanja Impor!

ADVERTISEMENT

Luhut Ajak Pakai Produk Dalam Negeri, Kurangi Belanja Impor!

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 06 Okt 2022 11:33 WIB
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Bali -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti kebiasaan berbelanja produk luar negeri. Luhut meminta seluruh pihak menggunakan produk dalam negeri dengan terus memperbaiki kualitasnya.

"Langkah seperti ini saya akan minta, jadi kita semua kompak. Apalagi impor-impor terus. Bisa (pakai produk) dalam negeri. Ya kurang-kurang enak sedikit ya kita perbaikilah, lama-lama enak juga barangnya," kata Luhut di acara 'Temu Bisnis Produk Dalam Negeri (PDN) Polri' tahap IV di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Kamis (6/10/2022).

Luhut mengatakan pemerintah mempunyai target maksimal 5 persen untuk belanja produk luar negeri dari total APBN. Dia juga turut meminta Polri, yang menjadi salah satu lembaga negara dengan anggaran terbesar, mengajak seluruh pihak menggunakan produk dalam negeri.

"Kita juga harus mengurangi belanja impor, tahun depan seluruh belanja impor harus maksimal 5 persen dari total belanja kita. Polri harus memberikan contoh dengan memindahkan belanja impor ke produk belanja dalam negeri," katanya.

Diketahui, dalam acara ini, terdapat 76 booth yang di antaranya merupakan berbagai macam produk dalam negeri, termasuk perlengkapan dan kendaraan Polri. Pameran ini juga diisi oleh polda jajaran, kementerian, hingga para pelaku UKM.

"Tadi kalau kita lihat di luar apa? Saya senang sekali dijelaskan mobil-mobil tahan peluru dari Polri sudah menggunakan produk dalam negeri," katanya.

Turut hadir dalam acara ini Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Aslog Polri Irjen Argo Yuwono, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, sejumlah kapolda hingga gubernur dan bupati.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Dan Produk Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi dalam rangka menyukseskan gerakan nasional bangga buatan Indonesia pada salinan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah.

Proses pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah merupakan aktivitas rutin dalam rangka pemenuhan kebutuhan guna menjalankan roda pemerintahan dalam melaksanakan pembangunan nasional. Hal ini guna meningkatkan optimalisasi pelayanan kepada publik.

Dari salinan Inpres yang berlaku sejak 3 Maret 2022 itu ditujukan kepada 10 instansi pemerintah, salah satunya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Diketahui, pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah dilakukan oleh pemerintah pusat dan juga daerah dengan menggunakan anggaran APBN dan APBD. Pada 2022 ini, anggaran APBN naik menjadi Rp 1.714,2 triliun dan APBD dengan anggaran Rp 1.197,2 triliun yang berasal dari uang rakyat.

Perlu diketahui Polri merupakan lembaga negara yang termasuk dalam 5 besar dengan belanja pengadaan barang dan jasa (PBJ) tertinggi dengan nilai belanja sebesar Rp 56,2 triliun. Dengan ini, Polri berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam hal penggunaan produk dalam negeri, dengan target minimal 40 persen pada pengadaan barang dan jasa Polri.

(azh/yld)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT