ADVERTISEMENT

Investigasi Komnas HAM: Aremania Mau Semangati Pemain, Bukan Menyerang

Anggi Muliawati - detikNews
Rabu, 05 Okt 2022 20:23 WIB
Pemain dan ofisial Arema FC melakukan tabur bunga disertai doa bersama di patung Singa Tegar yang berada di luar stadion. Tangis pecah saat itu, hampir semua tak kuasa menahan air mata.
Pemain dan ofisial Arema FC melakukan tabur bunga disertai doa bersama di patung Singa Tegar yang berada di luar stadion. Tangis pecah saat itu, hampir semua tak kuasa menahan air mata. (Dasril Roszandi/Getty Images)
Jakarta -

Komnas HAM melakukan investigasi Tragedi Kanjuruhan selama tiga hari terakhir. Dalam penelusurannya, Komnas HAM mendapatkan keterangan yang sinkron antara Aremania dan pemain Arema FC.

Keterangan sinkron yang dimaksud Komnas HAM adalah tujuan Aremania turun ke lapangan untuk menyemangati para pemain Arema. Komnas HAM menyampaikan baik pemain maupun Aremania membantah adanya serangan penonton ke pemain.

"Ini yang sangat penting yang kami telusuri detail pendalamannya, adalah soal konstruksi kronologi peristiwa di saat pasca peluit berakhir. Jadi kan selama ini ada beberapa di awal-awal dikembangkan bahwa kericuhan atau kekerasan terjadi ketika suporter merangsek ke lapangan," ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam lewat video berjudul 'Update Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM atas Peristiwa Kemanusiaan Stadion Kanjuruhan' yang diunggah Humas Komnas HAM RI, Rabu (5/10/2022).

"Yang kita telusuri, ke tengah lapangan terus dikatakan bahwa itu mau menyerang pemain. Kami telusuri itu. Jadi kami dengan beberapa Aremania, termasuk juga meng-crosscheck informasinya dengan para pemain. Jadi mereka merangsek itu memang mau memberikan semangat, berkomunikasi dengan pemain," sambung Anam.

Anam menekankan keterangannya ini berdasarkan hasil cek silang atau crosscheck dari pemain Arema FC, maupun Aremania. Anam pun menyampaikan gambaran keterangan kedua belah pihak.

"Kami cross check ke para suporternya, bilangnya ya 'Kami kan mau kasih semangat walaupun mereka kalah. Ini satu jiwa. Ayo Arema jangan menyerah'. Ketika kami crosscheck kalimat-kalimat itu, juga berdialog dengan teman-teman pemain, terutama pemain yang terakhir meninggalkan lapangan, itu juga disampaikan," ungkap Anam.

"Jadi dia menyampaikan terus juga menunjukkan video yang diambil oleh orang lain, 'Ini saya Mas, ketika saya dirangkul oleh suporter, kami pelukan dan ada satu komunikasi bahwa ini satu jiwa, ayo jangan menyerah, jangan menyerah. Jadi tidak ada pemain yang luka'," lanjut Anam.

Anam, masih berdasarkan keterangan yang dia dapat dari hasil investigasi Tragedi Kanjuruhan, menyebut tidak ada serangan suporter ke pemain di lapangan.

"Jadi kalau ada informasi yang bilang bahwa suporter ke sana mau menyerang pemain, itu bilang bahwa itu tidak seperti itu. Dan suporternya juga bilang bahwa tidak seperti itu. Jadi dinamika ini jadi penting," pungkas Anam.

Lihat juga video 'Pengakuan Pemain Arema ke Komnas HAM: Tak Ada Serangan dari Suporter':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT