Fadli Zon Desak Kapolda Jatim Diganti Buntut Tragedi Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

Fadli Zon Desak Kapolda Jatim Diganti Buntut Tragedi Kanjuruhan

Nahda Utami - detikNews
Rabu, 05 Okt 2022 15:41 WIB
Fadli Zon
Fadli Zon (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)
Jakarta -

Anggota DPR Fraksi Gerindra Fadli Zon mendesak Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta diganti buntut tragedi Kanjuruhan yang memakan ratusan korban jiwa. Fadli Zon menegaskan harus ada pihak yang bertanggung jawab atas tragedi itu.

"Harus ada yang bertanggung jawab. Kalau saya lihat sih Kapolda juga diganti aja, kan itu aspirasi masyarakat juga. Jadi harus sensitif lah," kata Fadli Zon kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10/2022).

Fadli Zon mengatakan FIFA telah melarang penggunaan gas air mata. Dia pun menyayangkan penggunaan gas air mata itu telah menimbulkan banyaknya korban meninggal dunia.

"Menurut saya, kuncinya jelas di situ gas air mata, penerapan gas air mata di lapangan yang kabarnya itu tidak diperbolehkan oleh FIFA sendiri jelas. Kenapa misalnya kalau untuk mempersiapkan, mengantisipasi itu bukan water cannon, bukan air yang netral. Tentu enggak akan banyak korban, apalagi sampai meninggal. Paling orang berjatuhan atau apa," ujar Fadli Zon.

Fadli Zon menilai prosedur penyelenggara sepakbola harus ditinjau kembali. Dia kemudian menyinggung aparat penegak hukum yang kerap menganggap masyarakat seperti musuh.

"Saya kira perlu ditinjau ulang untuk prosedur atau apa dalam penanganan itu. Rakyat itu bukan musuh, apalagi ini suporter sepakbola, mereka datang ke situ untuk santai-santa, untuk menikmati hiburan, mengapresiasi tim yang bertanding olahraga, jangan dianggap musuh," ujar Fadli.

"Ini seperti menganggap rakyat itu kayak musuh. Ini enggak boleh, mentalitas seperti ini yang harus diubah dari aparat penegak hukum juga, aparat pengamanan," tambahnya.

Tragedi Kanjuruhan ini terjadi seusai laga Arema FC versus Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10) malam. Ada 131 orang yang tewas akibat tragedi ini.

Saat kerusuhan terjadi, polisi menembakkan gas air mata. Penonton pun berhamburan dan terinjak-injak.

Simak Video 'Kapolda Jatim Minta Maaf, Akui Pengaman Kanjuruhan Ada Kekurangan':

[Gambas:Video 20detik]

(nhd/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT