Gaji ke-13, Antara Penolakan & Kebutuhan Hidup

Gaji ke-13, Antara Penolakan & Kebutuhan Hidup

- detikNews
Selasa, 11 Jul 2006 07:27 WIB
Jakarta - Rencana pemerintah memberikan gaji ke-13 terhadap pejabat negara terus ditentang. Para pejabat dianggap sudah memiliki pendapatan yang cukup meski tidak mendapatkan rezeki yang cair bulan Juli ini.Namun kisah berbeda dialami jika penerima gaji ke-13 itu adalah seorang anggota kepolisian berpangkat Brigadir. Anggota ini justru mengeluh karena rezeki nomplok itu juga tidak kunjung datang, alias belum cair."Waduh pusing mas tunggu gaji ke-13 yang belum cair sampai sekarang. Padahal tanggal 17 besok anak sekolah sudah masuk," keluh seorang anggota Pospol yang enggan disebutkan namanya kepada detikcom di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta , Senin (10/7/2006)Padahal gaji ke-13 tersebut sangat diharapkan untuk membiayai kedua orang anaknya yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi."Anak saya yang pertama mau masuk kuliah dan kedua mau masuk SMP gimana saya tidak pusing," ceritanya.Selain untuk membiayai kedua anaknya untuk sekolah anggota polisi yang mengaku sudah menjadi polisi selama 24 tahun ini pun memiliki utang di bank yang mesti dilunasi."Saya punya utang di bank selama 5 tahun Tiap bulannya bayar sekitar Rp 741.000 ribuan," keluhnya.Apalagi dengan gaji sekitar Rp 1,5 juta dirinya mengaku hanya sanggup memenuhi kebutuhan hidupnya selama 10 hari saja. "Selebihnya terpaksa saya mencari pinjaman atau obyekan sana-sini," tuturnya. (fjr/)



Berita Terkait