Hasil Rapat Perdana TGIPF Kanjuruhan: Liga PSSI Disetop Sementara

ADVERTISEMENT

Hasil Rapat Perdana TGIPF Kanjuruhan: Liga PSSI Disetop Sementara

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 05 Okt 2022 06:30 WIB
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md mengungkap hasil rapat perdana Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan. Mahfud menyebut investigasi TGIPF Kanjuruhan akan selesai dalam waktu tiga pekan.

"Insyaallah 3 minggu tim ini sudah dapat menyampaikan hasil kerjanya kepada Presiden dan mudah-mudahan bisa lebih cepat dari itu," imbuh Mahfud seperti dilihat dari YouTube Kemenko Polhukam RI, Selasa (4/10/2022).

Rapat perdana itu dihadiri oleh seluruh anggota TGIPF. Seluruhnya sepakat mencari akar masalah tragedi Kanjuruhan.

"Rapat pertama alhamdulillah tadi dihadiri oleh seluruh anggota tim, 13 orang, dan bersepakat untuk segera bekerja dan mencari akar masalah serta memberi rekomendasi untuk menghentikan masalah-masalah yang selalu terjadi," ujar Mahfud.

Selain itu, rapat juga membahas mengenai penjatuhan sanksi. Perombakan organisasi juga tak luput dari pembahasan rapat tim yang dibentuk atas arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini.

"Kedua tentu akan merekomendasikan sinkronisasi regulasi baik regulasi yang diatur oleh FIFA maupun peraturan perundang-undangan. Kita tentu sosialisasi serta pemahaman ke seluruh stakeholder sepakbola, aparat keamanan, suporter, official dan sebagainya semua harus memahami peraturan ini," jelas Mahfud.

Lalu Mahfud menyebut TGIPF mengusulkan seluruh kompetisi di bawah naungan PSSI akan dihentikan sementara. Hal ini, tambah Mahfud, sudah disetujui oleh Menpora Zainudin Amali.

Kompetisi sepakbola baru dapat kembali dimulai setelah Jokowi menyatakan kompetisi bisa dinormalisasi setelah ada rekomendasi dari TGIPF.

"TGIPF ini juga menekankan dan disetujui oleh Menpora bahwa semua kegiatan yang berpayung PSSI terutama Liga 1, 2, dan 3 supaya dihentikan sampai presiden menyatakan bisa dinormalisasi setelah tim ini menyampaikan rekomendasinya untuk seperti apa normalisasi itu harus dilanjutkan," lanjutnya.

(isa/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT