BNPB: 1.252 Rumah di Tangerang Selatan Terendam Banjir

ADVERTISEMENT

BNPB: 1.252 Rumah di Tangerang Selatan Terendam Banjir

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 23:31 WIB
Sebanyak 1.252 rumah di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten terendam banjir. Tinggi banjir mencapai 80 sentimeter (cm). (dok BNPB)
Foto: Sebanyak 1.252 rumah di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten terendam banjir. Tinggi banjir mencapai 80 sentimeter (cm). (dok BNPB)
Tangerang Selatan -

Sebanyak 1.252 rumah di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten terendam banjir. Tinggi banjir mencapai 80 sentimeter (cm).

"Data yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ada sebanyak 1.252 rumah di enam kelurahan yang terkepung banjir," kata Plt Kapusdatinkom BNPB, Abdul Muhari, Selasa (4/10/2022).

Banjir ini terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi yang cukup lama di Tangsel dan sekitarnya.

Adapun wilayah itu meliputi Kelurahan Cipayung, Kelurahan Jombang, Kelurahan Pisangan di Kecamatan Ciputat. Berikutnya Kelurahan Rempoa di Kecamatan Ciputat Timur, Kelurahan Kedaung di Kecamatan Pamulang dan Kelurahan Pondok Kacang Timur di Kecamatan Pondok Aren.

Dia mengatakan tak ada korban jiwa dalam bencana banjir ini. Namun, genangan air di beberapa titik lokasi itu sempat membuat kemacetan lalu lintas yang berdampak pada mobilitas umum lainnya.

"Saat ini hujan mulai reda dan banjir dilaporkan berangsur surut," ucapnya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel telah memantau sejumlah titik genangan air menggunakan perahu karet. Selain itu, tim juga mendata lebih lanjut dan antisipasi untuk hal-hal yang tidak diinginkan.

Peringatan BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca yang menyebut bahwa hujan lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Jabodetabek hingga Jumat (7/10) mendatang.

Menyikapi hal itu, maka BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi bencana yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.

Upaya seperti monitoring bantaran sungai dengan susur sungai, normalisasi sungai dan kanal serta pembersihan drainase permukiman agar dilakukan secara berkala untuk memininalisir potensi bencana susulan yang juga dapat disebabkan oleh kondisi tata ruang lingkungan.

Apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, maka masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu.

Pastikan memperoleh perkembangan informasi terkait peringatan dini cuaca dari BMKG dan informasi mengenai penanggulangan bencana dari BNPB, BPBD, TNI, Polri dan lintas instansi lainnya.

(jbr/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT