Fadli Zon: Saya Juga Diroasting Mamat Alkatiri, tapi Saya Terhibur

ADVERTISEMENT

Fadli Zon: Saya Juga Diroasting Mamat Alkatiri, tapi Saya Terhibur

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 22:23 WIB
fadli Zon di kawasan kediaman Habib Rizieq, Petamburan, Jakarta, Kamis (12/11/2020).
Politikus Gerindra Fadli Zon (dok detikcom)
Jakarta -

Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon, ikut angkat bicara soal komika Mamat Alkatiri yang dipolisikan politikus NasDem Hillary Brigitta Lasut. Fadli mengaku ada dalam forum yang sama dengan Mamat dan Hillary Lasut.

Anggota Komisi I DPR RI ini mengaku juga menjadi sasaran roasting setelah selesai diskusi. Untuk diketahui, roasting adalah salah satu bentuk humor di mana tamu undangan menjadi bahan lelucon untuk tujuan menghibur audiens.

"Saya ikut sebagai pembicara pada diskusi itu. Setelah selesai ikut diroasting oleh Mamat Alkatiri," kataFadly dalam cuitannya di akun @fadlizon, Selasa (4/10/2022).

Namun, dia mengaku tak tersinggung. Dia merasa kritik yang disampaikan masih dalam level wajar. Fadli malah mengaku terhibur atas roasting Mamat Alkatiri.

"Menurut saya wajar kritik-kritiknya, memang sesekali ada kata kasar. Tapi itulah 'bumbu' komedi. Saya merasa terhibur dan terpingkal-pingkal," katanya.

Hillary Lasut Polisikan Mamat Alkatiri

Untuk diketahui, Hillary Brigitta Lasut melaporkan komika Mamat Alkatiri ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut dilayangkan terkait dugaan pencemaran nama baik.

Laporan tersebut dibuat pada 3 Oktober 2022 di Polda Metro Jaya. Dalam laporan tersebut tertulis Brigitta sebagai korban.

Hillary mengunggah foto surat tanda terima laporan kepolisian di akun Instagramnya, @hillarybrigitta. Dalam caption postingan tersebut, Brigitta menyayangkan penggunaan kata kasar dalam materi roasting yang disampaikan Mamat Alkatiri.

Dia mengatakan penggunaan kata kasar tidak pas untuk digunakan sebagai kritik. Menurut dia, penggunaan kata kasar lebih tepat termasuk bully atau pelecehan verbal.

Brigitta menambahkan, pejabat publik, pembantu rumah tangga, atau siapa pun warga negara mempunyai hak untuk dilindungi harkat martabatnya dari kekerasan verbal.

Sebagai mahasiswa hukum, Briggita mengaku melaporkan Mamat bukan karena takut disebut antikritik. Namun, menurutnya, laporan tersebut untuk menegakkan hukum bagi dirinya sendiri.

(jbr/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT