Menhan: Presiden & Wapres Akan Manfaatkan Hak Pilih TNI 2009
Selasa, 11 Jul 2006 00:05 WIB
Jakarta - Pemberian hak pilih bagi TNI dan Polri dalam pemilu 2009 dinilai terlalu cepat. Sejumlah pihak akan memanfaatkan hal tersebut demi kepentingannya, termasuk presiden dan wakil presiden.Hal tersebut dinyatakan Menhan Juwono Sudarsono menjawab pertanyaan wartawan tentang dimungkinkannya pemberian hak pilih bagi prajurit TNI dan Polri, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/7/2006) malam."Dalam kondisi seperti ini yang memungkinkan presiden dan wapres menggunakan untuk kekuatan prajurit," ujar Juwono.Dia juga berpendapat, pada tahun 2009 prajurit TNI masih belum siap untuk menggunakan hak pilihnya. Alasannya, sistem yang ada selama ini belum cukup bisa menjamin netralitas TNI."Pada tahun 2009 menurut saya belum, mungkin baru bisa 2014," kata pria bergelar profesor ini.Namun demikian, Juwono menyadari, jika memang dikehendaki pada 2009, masih ada waktu untuk membahas dan membuat undang-undangnya di DPR."Tapi masih ada ruang bagi DPR untuk membuat undang-undang dan membahas masalah itu," cetusnya.
(fjr/)











































