ADVERTISEMENT

Gernas BCL, KKP Ajak Nelayan 'Tangkap' Sampah Plastik di Laut

Atta Kharisma - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 18:19 WIB
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) pada Oktober 2022. Lewat aksi ini, KKP mendorong para nelayan di seluruh Indonesia untuk berkontribusi dalam menjaga kebersihan laut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan selama periode Bulan Cinta Laut ini, KKP akan menginstruksikan para nelayan untuk mengistirahatkan kegiatan melautnya. Sebagai gantinya, mereka diminta untuk 'menangkap' sampah plastik yang berceceran di laut.

"Dalam satu tahun penangkapan, ada satu bulan yang kita minta untuk kemudian berhenti menangkap ikan tetapi kemudian mengambil sampah plastik yang ada di laut. Ini kita sampaikan kepada seluruh nelayan di seluruh Indonesia, sekaligus juga nelayan-nelayan industri untuk ada kesadaran yang mendalam untuk itu," ungkap Trenggono dalam konferensi pers Bulan Cinta Laut di Gedung Mina Bahari I Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Selasa (4/10/2022).

Trenggono menjelaskan kegiatan 'menangkap' sampah plastik ini tentunya akan berdampak pada pendapatan para nelayan, khususnya nelayan tradisional dan nelayan kecil. Untuk itu, KKP akan memberikan kompensasi kepada para nelayan yang membantu menjaga kebersihan laut selama Bulan Cinta Laut.

"Terhadap nelayan tradisional dan nelayan kecil, kegiatan itu akan mengganggu pendapatan mereka kalau misalnya kita hentikan. Maka kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan khusus kepada mereka, kita berikan kompensasi yang sama ketika mereka menangkap ikan. Menangkap sampah plastik di laut dengan harga yang sama per kilonya sama dengan ikan yang ditangkap," jelasnya.

Trenggono menerangkan nelayan nantinya akan mencari dan mengambil sampah plastik di laut dan perairan pantai. Sampah-sampah yang sudah dibersihkan kemudian dipilah sesuai kriteria jenis sampah plastik, dan dibawa ke titik transit penimbangan dan pencatatan (waste station) terdekat.

Adapun target dari program ini adalah nelayan kecil dengan perahu ukuran kurang dari 3 GT yang biasa dipakai untuk one day fishing.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Victor Gustaaf Manoppo menyampaikan KKP telah melaksanakan identifikasi dan verifikasi dari sekitar 3.000-an. Dari jumlah tersebut, diperoleh 1.721 nelayan yang terverifikasi dan terdaftar sebagai anggota Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA). Para nelayan inilah yang nantinya berhak menerima kompensasi.

Untuk itu, KKP telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1.032.000.000 sebagai kompensasi untuk para nelayan tersebut.

"Untuk bulan ini kita menyiapkan untuk memberikan kompensasi kepada nelayan itu untuk mengganti yang biasa mereka dapat ikan satu bulan," ucapnya.

Dalam prosesnya, lanjut Victor, KKP juga akan bekerja sama dengan sponsor yang berasal dari CSR perusahaan serta mitra untuk memberikan kompensasi kepada para nelayan.

Selain disalurkan ke TPA, sampah-sampah plastik yang dikumpulkan juga akan disalurkan kepada pengepul besar, produsen dan pengrajin sampah sebagai end buyer.

Victor menegaskan program ini dicanangkan sebagai kegiatan tahunan yang berkelanjutan.

"Ini akan berlanjut, setahun di bulan Oktober dalam rangka kick off, menjelang G20 aksi konkrit begini loh. Karena selama ini negara luar hanya bisa 'kami berkomitmen'. Aksi nyatamu apa? Nah kami, Indonesia ini loh aksi kita," pungkasnya.

Sebagai informasi, Gernas BCL dimulai pada tanggal 1 Oktober hingga 31 Oktober 2022 secara serentak di 14 lokasi di seluruh wilayah pesisir dan laut Indonesia meliputi Banda Aceh, Medan, Padang, Tanjung Pinang, Serang, Cilacap, Cirebon, Bali, Pontianak, Balikpapan, Manado, Kendari, Sorong dan Merauke.

Aksi Bulan Cinta Laut rencananya akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada puncak acara Kick Off Bulan Cinta Laut tanggal 27 Oktober 2022 di Bali.

(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT