Kontrak Pembelian Senjata TNI AD Beredar, KSAD Naik Pitam

Kontrak Pembelian Senjata TNI AD Beredar, KSAD Naik Pitam

- detikNews
Senin, 10 Jul 2006 19:30 WIB
Jakarta - Sebuah surat jual-beli senjata oleh alm Brigjen TNI Koesmayadi beredar di kalangan anggota DPR. Keberadaan surat tersebut juga dibeberkan oleh anggota Komisi I DPR Ade Daud Nasution dalam raker antara Komisi I dengan Menhan, Panglima TNI dan KSAD.Menanggapi hal tersebut, KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso langsung bereaksi. Dengan nada tinggi Djoko menyatakan akan menindak anggotanya yang menyebarluaskan surat tersebut."Itu rahasia negara. Saya akan usut anak buah saya yang membocorkan," ujar Djoko dalam Raker tersebut, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/7/2006).Dalam surat bernomor 01/ADA/JATMU/SLOGAD-2002, disebutkan Koemayadi memesan senapan M-16 sebanyak 20 pucuk, dan GPMG MAG-58 sebanyak 20 pucuk. Senjata tersebut dipesan lengkap dengan amunisinya.Surat yang bertanggal 14 Juni 2002 tersebut ditandatangani oleh Koemayadi yang pada saat itu masih berpangkat Kolonel Infanteri, sebagai Pihak I, dengan MI Tobing, Direktur CV Adian Nalambok, sebagai Pihak II.CV Adian Nalambok tertulis beralamat di CV Adian Nalambok Jl Cijantung III No 12 Jakarta Timur.Surat tersebut juga ditembuskan ke Irjenad, Aslog, Asrena Kasad, Daipalad, dan Aspalslogad. Adapun nilai kontrak yang tercantum dalam surat tersebut sebesar US$ 209.200. Dana untuk pembelian senjata tersebut akan diambilkan dari dana non budgeter.Menanggapi lontaran Djoko, Ade Daud Nasution menyatakan beredarnya surat tersebut membuktikan adanya ketidaksukaan pihak tertentu kepada pemerintahan yang sekarang.Ade juga menyebutkan surat tersebut diperolehnya melalui jasa pengiriman TIKI, yang dialamatkan ke ruangannya, dan tidak beridentitas pengirim. (fjr/)


Berita Terkait