Ade Armando Sebut Suporter Bergaya Preman, Apung Widadi: Jangan Menyalahkan!

ADVERTISEMENT

Ade Armando Sebut Suporter Bergaya Preman, Apung Widadi: Jangan Menyalahkan!

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 15:21 WIB
Police officers and soldiers stand amid tear gas smoke after clashes between fans during a soccer match at Kanjuruhan Stadium in Malang, East Java, Indonesia, Saturday, Oct. 1, 2022. Panic following police actions left over 100 dead, mostly trampled to death, police said Sunday. (AP Photo/Yudha Prabowo)
Stadion Kanjuruhan (AP/Yudha Prabowo)
Jakarta -

Potongan video pernyataan Ade Armando tentang tragedi Kanjuruhan menuai kritik di media sosial. Founder Save Our Soccer Indonesia Apung Widadi meminta semua pihak menjaga kondusivitas.

Potongan video yang beredar itu berasal dari video 'Ade Armando: KOK POLISI YANG DISALAHKAN DALAM TRAGEDI KANJURUHAN' yang diunggah di akun YouTube COKRO TV seperti dilihat detikcom, Selasa (4/10/2022). Ade Armando mengawali pernyataannya di video itu dengan menyebut pangkal persoalan tragedi Kanjuruhan adalah kelakuan sebagian suporter Arema FC yang menyerbu lapangan.

"Mereka sombong, bergaya preman, menantang, merusak, dan menyerang. Gara-gara merekalah tragedi itu terjadi," kata Ade.

Ade lantas membeberkan pernyataan sejumlah pihak yang dimuat di media terkait tragedi Kanjuruhan. Ade menyebut ada upaya sengaja yang mengarahkan telunjuk kepada kepolisian.

Ade juga menyinggung soal penggunaan gas air mata di stadion yang dilarang oleh FIFA. Dia mempertanyakan soal apakah polisi Indonesia berada di bawah FIFA.

"Ketika polisi menggunakan gas air mata, itu adalah tindakan sesuai protap ketika mereka harus mengendalikan kerusuhan yang mengancam jiwa. Memang akibat gas air mata para penonton berlarian panik, dan sialnya pada saat mereka hendak keluar stadion, ternyata panitia belum sempat membuka pintu keluar. Akibatnya, terjadi penumpukan penonton, saling dorong, saling injak. Itulah yang menyebabkan tragedi terjadi," ujar Ade Armando.

Ade Armando mengajak semua pihak bersikap objektif. Menurut Ade, pangkal masalah sebenarnya adalah tindakan 'preman' dari suporter.

"Sekali lagi marilah kita bersikap objektif, yang jadi pangkal masalah adalah suporter Arema yang sok jagoan, melanggar semua peraturan dalam stadion, dengan gaya preman masuk ke lapangan. Petentengan. Dalam pandangan saya Polisi sudah melaksanakan kewajibannya..." ujar Ade Armando. Bagian pernyataan Ade Armando ini yang beredar di media sosial.

Founder Save Our Soccer Indonesia Apung Widadi mengatakan sebenarnya berat hati untuk mengomentari pernyataan tersebut. Apung mengatakan tak ada yang mengiri tragedi Kanjuruhan ini bakal terjadi.

"Duka saya sangat mendalam, secara saya sebagai suporter bola, pegiat bola dan pemilik klub. Tidak mudah menyiapkan pertandingan, koordinasi dengan pihak keamanan, tiketing dan lain-lain. Macem-macem. Jadi hati saya tidak berani menyalahkan siapa pun," ujar APung.

"Sepakbola adalah kebahagiaan, tidak ada yang mengira akan ada musibah ini. Cepat sekali terjadi," sambung dia.

Apung meminta Ade Armando tidak menyakiti hati suporter. Dia menyerahkan sepenuhnya pengusutan tragedi Kanjuruhan ke Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

"Bang Armando, tolong jangan sakiti hati kami suporter, jangan saling menyalahkan. Situasi masih berduka. Sudah serahkan saja sama tim yang sudah dibentuk oleh negara. Tim independen. Kasih kepercayaan tim ini menemukan siapa yang harus bertanggungjawab : bukan siapa yang salah ya. Siapa yang bertanggung jawab," ujar Apung.

Lihat juga Video: Penghormatan untuk Tragedi Kanjuruhan di Liga Champions

[Gambas:Video 20detik]



(knv/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT