Partai Ummat Ungkap Chandra Tirta Tersangka KPK Sudah Mundur Sejak Agustus

ADVERTISEMENT

Partai Ummat Ungkap Chandra Tirta Tersangka KPK Sudah Mundur Sejak Agustus

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 12:59 WIB
Capture dari video Buni Yani menantang bermubahalah/Dok istimewa
Buni Yani (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Eks anggota DPR RI Chandra Tirta Wijaya ditetapkan sebagai tersangka KPK dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia (PT GI). Dalam pengadaan itu, Chandra Tirta tergabung dalam Fraksi PAN DPR, namun sempat pindah ke Partai Ummat.

Ternyata, Partai Ummat menyebut Chandra Tirta sudah bukan bagian dari mereka lagi. Dia dikabarkan sudah mengundurkan diri sejak 30 Agustus 2022.

"Mas Chandra setahu saya mengajukan pengunduran diri 30 Agustus. Nggak tahu juga kenapa, tetapi cuma mengajukan pengunduran diri dari keanggotaan Partai Ummat otomatis dari jabatannya," kata Juru Bicara Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya, ketika dikonfirmasi, Selasa (4/10/2022).

Hal itu juga dikonfirmasi oleh Waketum Partai Ummat Buni Yani. Dia menyebut Chandra Tirta mengundurkan diri karena kesibukannya.

"Mas Chandra sudah mengundurkan diri jadi Wakil Ketua Umum per 30 Agustus 2022. Dugaan saya karena Mas Chandra orangnya sibuk, dia kan pengusaha," ujarnya.

"Sebagai sahabat saya mendoakan Mas Chandra semoga diberikan kemudahan di tempat kegiatan yang baru," lanjut Buni Yani.

Diketahui, berdasarkan sumber detikcom, Selasa (4/10), orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap ini ialah eks anggota DPR RI Chandra Tirta. Dia sempat diperiksa KPK pada Selasa, 19 November 2019, sebagai saksi di dugaan suap yang menjerat eks Dirut Garuda Emirsyah Satar. Saat itu dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Soetikno Soedarjo yang merupakan pihak swasta.

KPK sendiri belum mengungkap identitas tersangka. Namun Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut kasus ini terkait dugaan suap senilai Rp 100 miliar kepada anggota DPR RI 2009-2014 dan pihak swasta.

"Saat ini, KPK kembali membuka penyidikan baru sebagai pengembangan perkara terkait dugaan suap pengadaan armada pesawat Airbus pada PT GI Tbk 2010-2015," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri.

"Dugaan suap tersebut senilai sekitar Rp 100 M yang diduga diterima anggota DPR RI 2009-2014 dan pihak lainnya, termasuk pihak korporasi," imbuhnya.

(eva/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT