Jadup Warga Berbah Dipotong Rp 10 Ribu

Jadup Warga Berbah Dipotong Rp 10 Ribu

- detikNews
Senin, 10 Jul 2006 17:30 WIB
Yogyakarta - Meski sudah menerima uang tunjangan jaminan hidup (jadup), warga Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Sleman, harus rela uang yang diterima dipotong Rp 10 ribu/orang. Mereka tidak menerima Rp 90 ribu lagi tapi hanya Rp 80 ribu. Uang Rp 10 ribu akan dikumpulkan oleh pemerintah desa untuk kemudian diberikan kepada warga desa yang belum menerima. Hal itu dilakukan karena tidak semua warga desa yang diajukan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman itu diloloskan semua.Dari sekitar 10.500 jiwa di beberapa dusun, warga Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, hanya sekitar 9 ribu jiwa yang dipastikan menerima jadup. Akibatnya ada warga yang tidak menerima bantuan jadup sempat menimbulkan keresahan yang berbuntut aksi demo dan keributan di kantor Kecamatan Berbah beberapa waktu lalu. Mereka menuntut semua warga korban gempa mendapatkan bantuan.Salah seorang warga Desa Tegaltirto, Rahmad Ismuharto, kepada detikcom mengatakan, pembagian jadup di lakukan di masing-masing RW mulai hari ini, Senin (10/7/2006). Namun jumlah bantuan uang jadup yang diberikan tidakutuh sebesar Rp 90 ribu/orang, melainkan sudah dipotong Rp 10 ribu/orang. Pemotongan itu dilakukan atas perintah perangkat desa setempat dengan tujuanpemerataan. Karena dari jumlah yang diajukan tidak semuanya mendapatkan bantuan.Pada saat warga yang mengambil uang tersebut dan membubuhkan tanda tangan di lembar blangko penerimaan tertulis sebesar Rp 90 ribu. Namun yang diterima hanya sebesar Rp 80 rbu/orang atau langsung dipotong Rp 10 ribu. "Itu, katanya dikumpulkan ke kelurahan untuk diberikan kepada warga yang tidak menerima," katanya.Beberapa warga mengaku tidak keberatan bila harus dipotong, dengan syarat benar-benar diberikan kepada warga yang belum menerima. Namun ada pula warga yang mengaku keberatan. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads