ADVERTISEMENT

Kisah Dewi yang Ingin Jadi Kader JKN Setelah Rasakan Manfaatnya

Atta Kharisma - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 11:55 WIB
BPJS Kesehatan
Foto: Dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

Astuti (25) satu dari peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku sudah merasakan manfaat nyata dari program tersebut. Hal ini ia alami ketika sang ayah harus dirawat di rumah sakit akibat penyakit hipertensi yang dideritanya.

Selama menjaga sang ayah yang sedang sakit, Dewi mengaku tidak pernah merasakan kesulitan dalam mengurus administrasi. Sebab, semua informasi dan arahan yang dibutuhkan sudah tertera jelas di fasilitas kesehatan.

"Sama sekali tidak ribet waktu mengurus di rumah sakit dulu. Ayah saya pernah sakit dan dirawat beberapa hari. Betul-betul gratis tanpa biaya. Saya sendiri heran, ternyata ada ya, program dari pemerintah yang luar biasa terasa manfaatnya," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (4/10/2022).

Dewi menambahkan sang ayah saat ini sudah tergabung sebagai peserta Program Rujuk Balik (PRB) yang dikelola BPJS Kesehatan. Wanita yang tinggal di Desa Pulosari, Kabupaten Pemalang ini menyampaikan hadirnya negara dalam menjamin kesehatan masyarakat lewat Program JKN benar-benar menjadi satu hal yang sangat ia syukuri.

Dewi bercerita sebelum ada Program JKN, banyak warga di lingkungan tempat tinggalnya yang takut berobat karena alasan biaya. Namun sekarang, lanjut Dewi, sudah banyak masyarakat yang sadar berobat tidak semenyeramkan yang dibayangkan, apalagi sejak dijamin oleh Program JKN.

"Warga sini dulu umumnya takut berobat, karena mikirnya ke dokter, ke rumah sakit itu kan biayanya besar. Setelah ada JKN banyak warga yang akhirnya sudah terdaftar BPJS Kesehatan. Ada yang jadi peserta mandiri, ada yang dari kantor dan ada yang dibiayai iurannya sama pemerintah seperti saya, alhamdulillah biaya berobat sudah tidak jadi momok lagi bagi masyarakat," tandasnya.

Dewi mengimbau masyarakat khususnya warga Kabupaten Pemalang untuk turut serta menyukseskan Program JKN dengan caranya masing-masing. Ia mengaku memiliki cita-cita untuk bergabung menjadi Kader JKN agar dapat turut serta dalam upaya mendukung Program JKN berjalan berkesinambungan.

"Saya sering lihat di berita gitu kalau ternyata di BPJS Kesehatan ada mitra kerja yang dinamakan Kader JKN. Sekilas pekerjaan itu sungguh mulia menurut saya, karena betul-betul sebuah perwujudan pengabdian. Kader JKN mengedukasi masyarakat sekitar tentang program-program terkini dari BPJS Kesehatan. Jika ada pendaftaran insyaallah saya mau mendaftar, semoga menjadi ladang ibadah untuk saya," pungkasnya.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT